Kamis 20 Juni 2019, 19:10 WIB

Tiga Bendungan Tangkal Banjir di Konawe

Denny Parsaulian Sinaga | Nusantara
Tiga Bendungan Tangkal Banjir di Konawe

ANTARA
Banjir Konawe

 

BALAI Wilayah Sungai Sulawesi VI Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR menyampaikan langkah-langkah yang harus dilakukan agar banjir seperti di Konawe dam Konawe Utara tidak terjadi lagi. Selain pembangunan kolam retensi juga perlu dibangunnya tiga bendungan.

"Kami usulkan ini untuk 2020 dan 2021. Bendungan Pelosika, Ameroro, dan Lasolo disarankan agar dibangun," kata Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Haeruddin C Maddi kepada Media Indonesia ditemui di Kantornya di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (19/6).

"Kalau bendungan jadi, genangan di Asera selesai tuh. Namun ya tidak habis genangannya. Genangan selalu akan ada," tambah Haeruddin.

Di antara tiga bendungan yang diusulkan, tambah Haeruddin, Lasolo bakal menjadi yang terbesar jika jadi dibangun. "Ini mengalahkan yang terbesar saat ini. Ini bisa menampung 1,2 miliar m3."

Khusus Pelosika, jelas Haeruddin, sudah melewati sertifikasi tiga kali. Hal ini karena pertimbangan-pertimbangan tertentu.

"Sudah, yang lain sudah kita lewati. Sertifikasi itu adalah tahap akhir. Jadi kita harus menerima sertifikat untuk memulai," jelasnya.
Pertimbangan untuk membangun Pelosika juga sudah melalui Jakarta.

"Pertimbangan dari berbagai macam aspek termasuk visible atau tidak. Dari segi struktur serta manfaat. Karena bendungan itu yang paling utama selalu dilihat itu apa tujuan utama dibangun. Manfaatnya apa," ungkap Haeruddin.

Selain manfaat, Haeruddin menyebutkan bahwa struktur tanah Sulawesi juga memengaruhi pertimbangan membangun bendungan Pelosika.

"Terus strukturnya. Tidak semua tempat bisa dibangun bendungan. Sulawesi Tenggara ini kan daerah tambang. Strukturnya itu tidak begitu bagus. Sehingga perlu rekayasa struktur untuk membangunnya. Sehingga ada beberapa hal yang harus direkayasa untuk struktur baru," pungkas Haeruddin.

Selain bendungan, Haeruddin menambahkan proyeksi 2020 dan 2021 untuk menangkal kejadian banjir besar di Konawe dan Konawe Utara.

Pada 2020, BWS usulkan pembangunan kolam retensi Lamuse dan Boulevard yang total luasnya sekitar 14 hektare. Pembangunan ini diperkirakan menelan biaya Rp60 miliar. Kemudian pembangunan 6 checkdam dan galian alur yang diperkirakan menelan Rp50 miliar.

Sedangkan pada 2021, BWS mengusulkan pembangunan kolam retensi Baruga seluas 6 hektare (membutuhkan Rp30 miliar), pembangunan tanggul banjir sepanjang 3 kilometer (Rp60 miliar), dan pembangunan parapet Sungai Lepo-Lepo (Rp40 miliar)

Di lain hal, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Ditjen Bina Marga Kemen PUPR Yohanis Tulak menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya memulihkan jalur transportasi yang terdampak banjir di Konawe dan Konawe Utara.

Satu dari dua jembatan besar yang putus saat banjir Konawe telah berhasil disambungkan. "Jembatan Asera yang menghubungkan kendari dan sulteng yang dilalui trans sulawesi sudah dihubungkan sejak Senin (17/6). Jembatan sudah bisa dilintasi," kata Yohanis. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More