Kanada Larang Perdagangan Sirip Hiu

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Kamis, 20 Jun 2019, 19:00 WIB Internasional
Kanada Larang Perdagangan Sirip Hiu

antara
sirip hiu

KANADA mengeluarkan undang-undang baru yang melarang perdagangan sirip ikan hiu. Regulasi itu juga memasukkan persyaratan rehabilitasi populasi hiu yang semakin berkurang.

Aturan perikanan baru, yang disetujui pada Selasa (18/6) waktu setempat, menuai pujian dari kelompok pemerhati lingkungan dan konservasi. Sebuah kemenangan untuk pelestarian habitat ikan dan populasi hiu.

Direktur Eksekutif Oceana Kanada Josh Laughren menyebut Kanada sebagai negara G20 pertama yang melarang aktivitas ekspor dan impor sirip hiu.

"Setelah diterbitkannya undang-undang, terpenting bagaimana implementasinya. Namun, tidak ada keraguan bahwa aturan ini berpotensi untuk mengubah keadaan, terutama pengelolaan lautan di Kanada," kata Laughren.

Kanada, lanjut dia, merupakan importir terbesar sirip hiu selain Asia. Data Lembaga Statistik Kanada menunjukkan impor sirip hiu sepanjang 2018 mencapai 148 ribu kilogram (kg). Jumlah tersebut senilai US$2,4 juta.

Baca juga: Ratusan Hiu di Penangkaran Karimunjawa Mati

Sirip hiu kerap digunakan sebagai bahan makanan hidangan mewah tradisional, yang biasanya disajikan dalam pesta pernikahan dan jamuan khusus di Tiongkok. Sebuah laporan pemerintah Kanada per 2018 menyatakan 35% suplai ikan sepanjang 2017 dalam keadaan sehat, dengan 24% masuk zona peringatan dan 10% dikategorikan krisis. Data tersebut mencerminkan jumlah stok ikan sehat yang terendah sejak 2011 lalu.

"Ini hanya satu langkah ke depan, bukan akhir. Namun, aturan ini penting dan mengirim sinyal kepada dunia, bahwa praktik perdagangan sirip ikan hiu tidak benar. Kanada tidak akan lagi berpartisipasi dalam impor sirip hiu," tutur Senator Michael MacDonald, yang pertama kali mengajukan larangan perdagangan sirip hiu pada 2017.(Channelnewsasia/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More