Kamis 20 Juni 2019, 15:08 WIB

Saksi Ahli KPU Pastikan Situng tidak Mungkin Diretas

Saksi Ahli KPU Pastikan Situng tidak Mungkin Diretas

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman (ketiga kanan) bersama hakim konstitusi lainnya memimpin sidang lanjutan PHPU Pilpres 2019

 

AHLI bidang Informasi Teknologi (IT) yang dihadirkan KPU, Marsudi Wahyu Kisworo, menegaskan aplikasi Situng yang ada di server KPU tidak mungkin diretas.

"Apabila, katanya ada hacker dari Rusia yang merusak, meretas, tidak ada gunanya karena beberapa menit kemudian akan dikembalikan lagi," kata Marsudi dalam persidangan sengketa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Mahkamah Konstitusi, Kamis (20/6).

Sesungguhnya, lanjut Marsudi, Situng hanya bisa diakses dari dalam KPU dan dilengkapi berbagai macam pengamanan termasuk lokasi di daerah bencana, server satu berlokasi di KPU dan dua lokasi server lain tidak boleh diketahui siapapun karena merupakan cadangan kalau terjadi suatu bencana atau musibah.

Marsudi menambahkan aplikasi Situng KPU adalah salah satu dari 19 aplikasi sistem pemilu yang dirancang arsitekturnya pada tahun 2003. Ia menambahkan kalau situng KPU itu berbeda dari situs situng yang ada di situs pemilu2019.kpu.go.id yang banyak menjadi permasalahan.

"Yang sangat diamankan adalah situng yang di dalam KPU, karena itu dirancang adanya disaster infomation centre. Lokasinya tidak boleh diketahui publik, tidak boleh ada yang tahu," tambah Marsudi.

Baca juga: Saksi Ahli KPU: Percuma Merekayasa Situng

Sementara itu Situng yang ada di situs pemilu2019.kpu.go.id adalah virtualisasi sebagian informasi dari aplikasi Situng yang ada di KPU.

"Situng ini sebagai sarana transparansi ke masyarakat agar bisa mengontrol dan melihat secara langsung simulasi penghitungan Pemilu 2019. Namun, Undang-Undang menyatakan bahwa penghitungan yang sah adalah penghitungan berjenjang secara manual yang dilakukan mulai dari tingkat TPS hingga KPU pusat," ujar dia.

Mengenai kesalahan pada virtualisasi Situng yang ada di situs, Marsudi menolak jika dikatakan ada kesengajaan.

"Saya tidak bisa menduga adanya kesengajaan, mungkin hanya kesalahan manusiawi," pungkasnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More