Kamis 20 Juni 2019, 11:24 WIB

PPDB SMP di Sleman Selain Zonasi Juga Nilai UN

Agus Utantoro | Nusantara
PPDB SMP di Sleman Selain Zonasi Juga Nilai UN

MI/Rendy Ferdiansyah
Ilustrasi

 

DINAS Pendidikan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menerapkan perankingan dalam PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tingkat SMP. Yakni menyandarkan pada poin zonasi ditambah nilai hasil ujian nasional SD. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Wantini mengatakan PPDB SMP dilakukan secara online yang akan dilakukan mulai 28 Juni hingga 2 Juli. Dan kemudian verifikasi berkas antara 1-3 Juli. Dikatakan pendaftar dari luar Sleman diharuskan mengajukan akun di SMP yang dituju dan langsung dapat digunakan secara langsung  untuk mendaftar via online.

"Pengajuan akun dilayani 28 dan 29 Juni," kata Sri Wantini, Kamis (20/6).

Dikatakan pada penerimaan tahun ini, Sleman juga menerapkan sistem zonasi. Disebutkan, untuk zonasi mendapatkan kuota 90% dari seluruh daya tampung siswa baru. Penentuan zonasi ini, lanjutnya dibagi dalam tiga kelompok yakni zonasi umum atau reguler, zonasi KK miskin dan zonasi anak berkebutuhan khusus.

"Zonasi juga dibagi dalam tiga kategori jarak. Radius 0-200 meter adalah yang tempat tinggal sesuai KK pada jarak 0-200 meter dari lokasi sekolah mendapat tambahan nilai setara 500 poin. Ini wajib diterima," tambahnya.

Sedangkan zonasi 1 adalah jika calon siswa berdomisili di desa tempat SMP itu berada. Dan zonasi 2 jika di luar zonasi 1. Calon siswa dari zonasi 1 mendapat tambahan nilai 100 poin dan zonasi 2 mendapat tambahan poin 30. Sedangkan untuk zonasi KK miskin ditentukan berdasar jarak terdekat antara domisili dengan SMP tujuan.

"Namun boleh saja pemegang KK miskin tidak memanfaatkan jalur ini dan ikut di jalur reguler," tegasnya.

Sedangkan zonasi anak berkebutuhan khusus dibatasi 3%  dari daya tampung siswa baru. Zonasi ini diperuntukkan bagi calon siswa yang berkebutuhan khusus namun dapat mengikuti proses pembelajaran umum berdasar rekomendasi dari psikolog di lembaga pemerintah.

Sementara untuk PPDB SD, Sri Wantini menjelaskan juga dilakukan pendaftaran secara online.

"Mulai 21 hingga 25 Juni dan verifikasi berkas 24-26 Juni," jelasnya.

PPDB SMP ini, ungkapnya, memerlukan username khusus dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Bagi calon siswa yang berasal dari TK/RA di wilayah Kabupaten Sleman  username dapat diperoleh di TK asal. Sedangkan yang berasal dari luar Sleman mengajukan ke SD yang dituju. PPDB SD ini dibagi zonasi 1, zonasi 2, zonasi 3. Pada PPDB SD ini, imbuhnya, yang digunakan sebagai dasar adalah usia calon siswa.

baca juga: Orangtua Murid Keluhkan PPDB Zonasi Dengan Kuota Terbatas

"Siswa yang berusia tujuh tahun atau lebih wajib diterima," katanya.

Sedangkan siswa yang kurang dari tujuh tahun dapat diterima jika masih belum memenuhi daya tampung. Calon siswa SD yang berasal dari zonasi 1 mendapat tambahan poin setara 5 bulan, zonasi 2 mendapat tambahan poin setara 3 bulan dan zonasi 3 mendapat tambahan poin setara 1 bulan. Baik SD maupun SMP, lanjutnya juga dibuka kesempatan bagi yang berasal dari luar Kabupaten Sleman. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More