MRT Tahap II Seluruhnya di Bawah Tanah

Penulis: M Iqbal Al Machmudi Pada: Kamis, 20 Jun 2019, 12:30 WIB Megapolitan
MRT Tahap II Seluruhnya di Bawah Tanah

MI/Susanto
epadatan masyarakat yang akan menggunakan Moda Raya Terpadu (MRT) di Stasiun MRT Bundaran HI, Thamrin saat libur Lebaran.

PEMBANGUNAN tahap II jalur Moda Raya Terpadu (MRT) sudah mulai berlangsung baik tahap pembangunan maupun tahap lelang. Pembangunan tahap kedua ini memiliki jarak 8,3 KM.

Direktur PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, pada tahap dua ini, pembangunan receiving yang berada di Monumen Nasional (Monas).

"Selain di Monas, kemudian CV201 yaitu paket pertama kita yang dikerjakan oleh JAK yaitu dari bundaraan HI menuju Harmoni yaitu dalam proses lelang," kata William P Sabandar saat acara penandatanganan pakta integritas di Hotel Le Meredien, Jakarta Pusat, Rabu (19/6).

Nantinya, pembangunan tahap II ini akan memakan waktu 5 tahun yang diperkirakan selesai pada akhir 2024.

"Jadi, dalam kontrak kita on target, kalau semua berjalan sesuai rencana sampai ke kota itu akan kita selesaikan pada 2024," ujar William.

Baca juga: KPK Awasi Pembangunan MRT Tahap II

Nantinya, pembangunan fase dua tersebut akan dibangun di bawah tanah secara keseluruhan. Hal tersebut karena lahan kota Jakarta yang sudah sempit.

"Kalau yang tahap II ini 100% bawah tanah. Karena menang lahannya lebih sulit, kemudian seperti yang Anda ketahui kawasan di Harmoni itu lahan terbatas dan kemudian berdasarkan desain direncanakan bawah tanah akan lebih dalam dari fase 1 karena kita akan lewat bawah kali," jelas William.

Kedalaman dari pembangunan tahap kedua ini akan lebih dalam dari pembangunan tahap I kedalaman hingga 30 meter dari permukaan tanah.

Nantinya, MRT tahap dua ini akan menjadi solusi masyarakat untuk menghindari kemacetan waktu tempuh dari Bundaran HI menuju Kota Tua diproyeksikan hanya memakan waktu 20 menit saja. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More