Keluhan Zonasi PPDB, Emil Anggap karena Orangtua tidak Mengerti

Penulis: Reza Sunarya Pada: Rabu, 19 Jun 2019, 23:34 WIB Nusantara
Keluhan Zonasi PPDB, Emil Anggap karena Orangtua tidak Mengerti

Antara
Gubernur Jabar Ridwan Kamil

GUBERNUR Jawa Barat, Ridwan Kamil menyebutkan banyaknya keluhan orangtua siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) disebabkan karena akibat ketidakmengertian orangtua.

"Saya pikir itu akibat ketidakmengertian para orangtua dan saya yakin kalau sudah diberikan pemahaman, para orangtua akan mengeri," kata pria yang kerap disapa Emil di sela sela kunjungannya di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Rabu (19/6).

Menurut dia, Pemprov Jabar hanya berusaha mengupayakan keadilan. Namun sistem zonasi merupakan kebijakan pusat yang tetap harus dilaksanakan. "Pemprov hanya menjalankan kebijakan dari pusat. Semuanya yang mengatur Kementerian Pendidikan" Ungkap Emil

Memasuki hari ketiga proses pendaftaran peserta didik baru di Jawa Barat, sejumlah keluhan masih disampaikan para orangtua. Selain karena dianggap lebih ribet, sistem zonasi sebagian dianggap merugikan.

Baca juga: PPDB Berbasis Zonasi Dibuka Mei 2019

Antrean para orangtua yang akan mendaftarkan anaknya masih terjadi salah satunya di SMA Negeri 3 Purwakarta. Pembatasan pendaftaran yang hanya 100 orang setiap harinya membuat orangtua harus bolak balik ke sekolah pada hari berikutnya.

"Kami harus bolak balik karena jumlah. Pendaftar dibatasi hanya 100 orang per harinya sedangkan yang mendaftar lebih dari itu," Kata Radi salah seorang orangtua calon siswa.

Pihak sekolah sendiri mengaku membatasi yang daftar karena keterbatasan SDM dan waktu. Namun itu dilakukan agar orangtua tidak mengantre berjam-jam. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More