Pers Bertanggung Jawab pada Masa Depan Anak

Penulis: mediaindonesia Pada: Kamis, 20 Jun 2019, 08:20 WIB Humaniora
Pers Bertanggung Jawab pada Masa Depan Anak

ist
sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak

 KARYA jurnalistik yang memberitakan informasi terkait dengan anak harus dapat menciptakan atmosfer positif sehingga tidak berdampak negatif terhadap anak dan masa depannya. Selama ini karya jurnilistik sering tidak memperhatikan Undang-Udang Perlindungan Anak, termasuk sistem peradilan pidana anak dan kode etik jurnalistik.

Padahal, menurut Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh, semua pihak bertanggung jawab dan wajib menyiapkan generasi mendatang, termasuk wartawan. "Menyiapkan generasi ke depan merupakan kewajiban. Siapa saja yang tidak memikirkannya, pada gilirannya dia tidak akan punya masa kini," katanya, pada sosialisasi Pedoman Pemberitaan Ramah Anak di Jakarta, kemarin.

Ia mengungkapkan, Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang disahkan pada 9 Februari lalu telah melalui proses kajian yang mendalam, termasuk oleh para ahli. Ia berharap pedoman tersebut dapat menciptakan pemberitaan dengan atmosfer positif.

Mohammad Nuh mengatakan, anak akan menjadi pilar utama masa depan bangsa sehingga peran pemberitaan yang ramah anak menjadi sangat penting. Perlindungan anak dalam karya jurnalistik juga telah diamanatkan dalam Konvensi Hak Anak Pasal 17 yang mengakui fungsi penting media massa dan harus menjamin bahwa anak mempunyai akses ke informasi dan bahan dari suatu diversitas sumber nasional dan internasional.

Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry CH Bangun, menuturkan, Pedoman Pemberitaan Ramah Anak disusun dengan tujuan agar media dan wartawan terhindar dari sanksi pidana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Perlindungana Anak. "Tujuannya agar tidak terjadi kriminalisasi kepada wartawan dan media, entah sengaja atau tidak, soal indentitas anak," jelasnya

Selain itu, kesadaran wartawan tentang pentingnya memberikan perlindungan terhadap anak dalam karya jurnalistik harus menjadi bagian dari tanggung jawab memberikan informasi kepada masyarakat.

"Anak membutuhkan ruang hidup yang kondusif untuk memaksimalkan kehidupan dan melindunginya. Peran kita tidak sekadar menulis berita, tapi juga bertanggung jawab mendorong masa depan terbaik anak tersebut," tegasnya.

Hendry mengakui sejak pedoman tersebut diluncurkan, sudah banyak karya jurnalistik yang sesuai dengan pedoman itu. (Sru/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More