Mesir Tuding PBB Memolitisasi Kematian Mursi

Penulis: mediaindonesia Pada: Kamis, 20 Jun 2019, 06:40 WIB Internasional
 Mesir Tuding PBB Memolitisasi Kematian Mursi

AFP
Warga memegang foto mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi, saat pelaksanaan doa bersama dan salat gaib di Masjid Fatih Istanbul, Turki,

MESIR menuduh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berusaha untuk memolitisasi kematian presiden pertama yang dipilih secara demokratis, Muhammad Mursi. Apalagi, PBB menyerukan penyelidikan independen terkait dengan kasus tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Hafez, menyalahkan seruan 'dalam istilah terkuat' dari juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Rupert Colville. Dalam hal ini, mengenai penyelidikan independen atas kematian Mursi dalam persidangan pada Senin kemarin.

Hafez mengatakan tindakan itu merupakan upaya yang disengaja untuk memolitisasi kasus kematian wajar. Colville diketahui menyerukan penyelidikan apakah penahanan Mursi selama hampir enam tahun, berkontribusi pada kematiannya.

"Setiap kematian mendadak dalam tahanan harus disertai dengan investigasi yang cepat, independen, menyeluruh dan transparan, serta dilakukan badan independen untuk menjelaskan penyebab kematian," pungkas Colville.

"Muncul kekhawatiran mengenai kondisi penahanan Mursi, termasuk akses perawatan medis yang seharusnya memadai. Kemudian bagaimana akses ke pengacara dan keluarganya," lanjut dia.

Colville menekankan penyelidikan harus mencakup seluruh aspek perlakuan terhadap Mursi. Hal itu penting untuk memeriksa sejauh mana kondisi penahanan berdampak pada kematiannya.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat menghadiri doa pemakaman mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi, Selasa (18/6) waktu setempat, juga menyatakan kecurigaan atas kematian pemimpin Ikhwanul Muslim itu.

"Apakah itu kematian normal, atau ada beberapa elemen lain yang terlibat, ini (kematian Mursi) mencurigakan. Secara pribadi, saya tidak percaya bahwa itu ialah kematian normal," ujar Erdogan di Masjid Fatih dilansir Anadolu Agency, Rabu (19/6).

Pada 2013 lalu, Mursi dilengserkan pimpinan militer yang saat ini berkuasa, Presiden Abdel Fattah al-Sisi. Mursi kemudian didakwa berbagai pelanggaran, termasuk spionase.

Sejak digulingkan, otoritas berwenang melakukan operasi penumpasan terhadap kalangan oposisi. Ribuan pendukung Mursi dipenjara dan ratusan orang menghadapi hukuman mati. (AFP/Tes/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More