Pengacara Sebut Platini hanya sebagai Saksi

Penulis: mediaindonesia Pada: Kamis, 20 Jun 2019, 05:45 WIB Sepak Bola
 Pengacara Sebut Platini hanya sebagai Saksi

AFP
Mantan Presiden UEFA Michel Platini (kanan) dengan didampingi pengacaranya, William Bourdon (kiri), meninggalkan Kantor Kejaksaan

LEGENDA sepak bola Prancis, Michel Platini, untuk sementara waktu sepertinya boleh bernapas lega. Hal itu lantaran ia dibebaskan dari tahanan seusai diinterogasi
selama beberapa jam terkait dengan pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.
Sebelumnya, pesepak bola berusia 63 tahun itu ditahan polisi antikorupsi Prancis.
Namun, pengacara Platini, William Bourdon mengatakan bahwa mantan pemenang Ballon d’Or
pada 1983 hingga 1985 itu diinterogasi sebagai saksi, bukan pelaku. Ia juga menambahkan kasus itu lebih mirip ‘gentong kosong’. Mantan Presiden UEFA itu tampak meninggalkan kantor polisi antikorupsi di Nanterre di pinggiran barat Paris. “Cukup lama karena saya ditanya tentang Euro 2016, Piala Dunia di Rusia, Piala Dunia di Qatar, dan FIFA,” katanya kepada wartawan. Pemilihan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 memicu tuduhan korupsi yang menjadi skandal terburuk FIFA. Kantor Kejaksaan Kejahatan Keuangan
Prancis (PNF) bahkan membuka penyelidikan awal pada 2016 terhadap dugaan korupsi, konspirasi, dan pemberian suara ke Qatar dan Rusia untuk Piala Dunia 2018.
Menurut Sepp Blatter, presiden FIFA pada saat itu, Qatar memenangi hak menjadi tuan rumah
sebagai hasil dari kesepakatan dengan Prancis. Alhasil, investigasi pun berpusat ke Platini dan mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Apalagi seperti dikutip majalah
Sepak Bola Prancis, pernah ada ‘pertemuan  rahasia’ yang terjadi pada 23 November 2010 silam, di Istana Elysee, Paris, antara Sarkozy, mantan Pangeran Qatar (sekarang
Emir) Tamim bin Hamad al-Thani, dan Platini. Sepekan kemudian, FIFA memilih
untuk menunjuk Qatar sebagai tuan rumah. Namun, Platini menolak tuduhan Blatter itu dan ia juga menyangkal telah dipengaruhi Sarkozy. Perwakilan Platini juga mengatakan bahwa kliennya tidak bersalah. (AFP/Des/R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More