Rabu 19 Juni 2019, 17:30 WIB

Mesir Tuding PBB Mempolitisasi Kematian Morsi

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Mesir Tuding PBB Mempolitisasi Kematian Morsi

AFP
Orang-orang memegang foto Presiden Mesir Mohamed Morsi selama upacara pemakaman simbolis pada 18 Juni 2019 di masjid Fatih di Istanbul.

 

MESIR menuduh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berusaha untuk mempolitisasi kematian presiden pertama yang dipilih secara demokratis, Muhammad Morsi. Apalagi, PBB menyerukan penyelidikan independen terkait kasus tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Hafez, menyalahkan seruan "dalam istilah terkuat" dari juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Rupert Colville, mengenai penyelidikan independen atas kematian Morsi dalam persidangan pada Senin kemarin.

Baca juga: 2018, Jumlah Pengungsi Global Capai 70,8 Juta Orang

Hafez mengatakan tindakan itu merupakan upaya yang disengaja untuk mempolitisasi kasus kematian wajar. Colville diketahui menyerukan penyelidikan apakah penahanan Morsi selama hampir enam tahun, berkontribusi pada kematiannya.

"Setiap kematian mendadak dalam tahanan harus disertai dengan investigasi yang cepat, independen, menyeluruh dan transparan, serta dilakukan oleh badan independen untuk menjelaskan penyebab kematian," pungkas Colville.

"Muncul kekhawatiran mengenai kondisi penahanan Morsi, termasuk akses perawatan medis yang seharusnya memadai. Kemudian bagaimana akses ke pengacara dan keluarganya," lanjut dia.

Colville menekankan penyelidikan harus mencakup seluruh aspek perlakuan terhadap Morsi. Hal itu penting untuk memeriksa sejauh mana kondisi penahanan berdampak pada kematiannya.

Baca juga: Trump akan Bertemu Xi di KTT G20

Pada 2013 lalu, Morsi dilengserkan pimpinan militer yang saat ini berkuasa, Presiden Abdel Fattah al-Sisi. Morsi kemudian didakwa berbagai pelanggaran, termasuk spionase. Sejak mantan pemimpin Mesir itu digulingkan, otoritas berwenang melakukan operasi penumpasan terhadap kalangan oposisi. Ribuan pendukung Morsi dipenjara, dan ratusan orang menghadapi hukuman mati.

Kelompok anggota parlemen Inggris pada Maret 2018, memperingatkan kondisi penahanan Morsi. Terutama, kurang memadainya perawatan medis terhadap penyakit diabetes dan liver yang diderita Morsi, karena dapat memicu kematian dini. (AFP/OL-6)

Baca Juga

AFP/Kirill Kudryavtsev

Hampir Setengah Juta Orang Terpapar Covid-19 di Rusia

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:34 WIB
Korban tewas meningkat 182 menjadi 5.037. Sementara itu, ada 186.985 orang telah pulih, termasuk 11.108 selama 24 jam terakhir, menurut...
AFP/MARTY MELVIL

Pekan Depan, Selandia Baru Akan Hapus Semua Pembatasan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:50 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa semua pembatasan yang tersisa dalam upaya membatasi penyebaran virus covid-19...
AFP/OLIVIER DOULIERY

Ratusan Pengunjuk Rasa Ditahan Terkait Demonstrasi George Floyd

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 02 Juni 2020, 16:35 WIB
Aksi protes berlanjut di ibu kota Amerika Serikat untuk hari keempat, Senin (1/6), atas kematian George Floyd. Para demonstran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya