Rabu 19 Juni 2019, 17:30 WIB

Wali Murid di Surabaya Unjuk Rasa Soal Sistem Zonasi

Faishol Taselan | Nusantara
Wali Murid di Surabaya Unjuk Rasa Soal Sistem Zonasi

ANTARA
Unjuk rasa sistem zonasi

 

PULUHAN wali murid turun ke jalan memprotes penerapan sistem zonasi dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019. Mereka turun ke jalan tepatnya di Gedung Grahadi Surabaya hendak menemui Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, namun gagal.

Dalam aksi, ibu-ibu wali murid ini sempat menghadang sedan plat merah bernopol L 14 ketika melintas di depan Taman Apsari, depan Patung Gubernur Suryo.

Mereka mengira mobil plat merah ini milik salah satu pejabat Pemprov Jatim. Sopir sempat turun dan mengatakan mobil itu milik pejabat Bank Jatim.

Anak-anak dari wali murid yang berunjuk rasa di depan Grahadi tidak masuk di SMP Negeri pilihan mereka dalam PPDB 2019. Padahal, beberapa di antara mereka memiliki nilai hasil Ujian Nasional cukup bagus.

Baca juga: PPDB SMA di Kalteng Gunakan Zonasi Kecamatan

Salah seorang wali murid yang menjadi orator meneriakkan protes tentang penerapan zonasi dan meminta Khofifah agar sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dihapuskan.

Wali murid SDN Tambak Wedi Tengah 508, Sri Rahayu, menunjukkan Surat Keputusan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) sementara milik anaknya. Rata-rata nilainya di atas 8 dengan total nilai 258,6.

"Kalau rumah dekat bisa masuk negeri. Ini membunuh karakter dan mental anak bangsa," ungkapnya.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More