Aturan Super Deduction Tax Tinggal Diteken Presiden

Penulis: Nur Aivanni Pada: Rabu, 19 Jun 2019, 14:50 WIB Ekonomi
Aturan Super Deduction Tax Tinggal Diteken Presiden

ANTARA
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir

DEPUTI Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa aturan super deduction tax atau pengurangan pajak di atas 100% tinggal menunggu diteken oleh Presiden Joko Widodo.

"Masih ditunggu, mau ditandatangani Presiden. Belum ditandatangani, tapi sudah di meja. Mungkin tidak akan terlalu lama sih," kata Iskandar saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (19/6).

Baca juga: Besok, Evaluasi Penerapan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dibahas

Iskandar mengatakan bahwa aturan super deduction tax tersebut sudah ditandatangani oleh lima menteri, yaitu Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir.

"Intinya super deduction itu untuk vokasi. Kalau yang vokasi itu sudah 100% dapat lagi 100% sebagai pengurang biaya, jadi dapat 200%," kata Iskandar.

Sebagai informasi, insentif fiskal tersebut nantinya akan diberikan kepada industri yang terlibat dalam program pendidikan vokasi. Sebelumnya, Kementerian Perindustrian telah mengusulkan skema pengurangan pajak bagi industri yang melakukan pelatihan dan pendidikan vokasi sebesar 200%. Sedangkan, bagi industri yang melakukan kegiatan litbang atau inovasi sebesar 300%. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More