Tim Pengacara 02 Lagi-lagi Kena Tegur MK

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Rabu, 19 Jun 2019, 07:50 WIB Politik dan Hukum
Tim Pengacara 02 Lagi-lagi Kena Tegur MK

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Ketua Tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto.

KETUA tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto, meminta Mahkamah Konstitusi (MK) memberi perlindungan terhadap saksi-saksi yang akan dihadirkan pemohon. BW, sapaan Bambang, mengklaim ada ancaman serius terkait keselamatan para saksi yang akan memberikan kesaksiannya di sidang MK.

Sontak hakim anggota sidang sengketa pilpres 2019 Saldi Isra menanggapi dengan keras. Ia meminta BW tidak mendramitisasi keamanan saksi yang akan memberikan kesaksian di sidang.

"Kita semua punya pengalaman di MK, tidak perlu dramatisir soal-soal gini. Pokoknya di dalam ruang sidang besok semua saksi yang dihadirkan akan dijaga Mahkamah," tegur Saldi ke BW dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019, di ruang sidang MK, Jakarta, kemarin.

Saldi mengingatkan semua pihak di ruangan sidang MK wajib menciptakan suasana teduh. Ia pun percaya aparat keamanan menjamin keamanan setiap orang yang berada di dalam Gedung MK.

Hakim anggota lain I Dewa Gede Palguna menambahkan sejak MK berdiri pada 2003 tidak pernah ada satu saksi pun yang terancam keselamatannya saat memberikan kesaksian di persidangan.

"Saya ingin sampaikan seolah-olah jangan sampai sidang ini dianggap begitu menye-ramkan sehingga seseorang dianggap terancam dalam memberikan keterangannya di MK. Karena hingga saat ini belum ada 1 orang pun yang pernah terancam saat jadi saksi di MK," imbuh Palguna.

BW mengaku mengapresiasi sikap majelis MK untuk memberikan perlindungan kepada saksi selama persidangan. Namun, ia menilai problem ada setelah persidangan.

"Cuman ada orang yang mengatakan, 'Pak saya kayaknya enggak nyaman nanti kalau udah, kalau saya sudah memberikan kesaksian itu, terus apa jaminannya Pak', itu muncul pernyataan-pernyataan," kata Bambang.

Sebelumnya, dalam sidang perdana, Jumat (14/6), tim kuasa hukum 02 mengeluhkan tidak bisa memasukkan 12 truk dokumen barang bukti. Mereka beralasan saat baru satu truk diturunkan, ada pengumuman MK tutup.

Palguna lantas menegur tim hukum 02. Ia mengingatkan waktu pelayanan di MK sampai pukul 17.00 WIB. Kendati begitu, kerap diundur hingga pukul 19.00 dan segala bukti yang masuk pasti akan diverifikasi.

"Bahwa ada ditarik kembali karena mengatakan, 'kami agak capek' nah itu soal lain. Jadi seolah-olah jangan Mahkamah yang keliru," tandas Palguna. (Uta/Ins/Faj/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More