Selasa 18 Juni 2019, 22:44 WIB

Bambang Widjojanto Pesimistis Mampu Buktikan Kecurangan Pilpres

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Bambang Widjojanto Pesimistis Mampu Buktikan Kecurangan Pilpres

MI/ROMMY PUJIANTO
Bambang Widjojanto (tengah) selaku pihak pemohon mengikuti sidang lanjutan PHPU di Gedung MK, Jakarta, Selasa (18/6).

 

Ketua Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandi Uno Bambang Widjojanto pesimistis bisa membuktikan kecurangan di Pilpres 2019.

Hal itu disebabkan terbatasnya jumlah saksi yang diizinkan majelis hakim Mahkamah Konstitusi. Majelis hakim MK membatasi jumlah saksi 15 orang dan 2 ahli.

"Ada problem kalau ingin membuktikan seluruh argumentasi yang hendak kami kemukakan, rasanya 15 saksi fakta dan 2 ahli tidak mungkin untuk membuktikan," kata Bambang, dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PKPU) di Gedung MK, Jakarta, Selasa (18/6).

Baca juga: MK MInta Tak Ada Dramatisasi Soal Perlindungan Saksi

Pria yang akrab dipanggil BW itu meminta majelis hakim menambah saksi menjadi 30 orang dan 5 ahli. menurutnys, jumlsh tersebut ideal untuk membuktikan kecurangan yang didalilkan.

"Kami tidak ingin mengada-ada dan nanti bisa diperiksa Pak Ketua dan hakim. Permohonan ini sungguh-sungguh kami kemukakan untuk bisa membuktikan argumen yang kami ajukan," kata Bambang.

Menanggapi permintaan itu, Hakim MK, Saldi Isra mengatakan berdasarkan aturan, jumlah saksi yang dapat dihadirkan sesuai dengan ketentuan hakim MK, yakni 15 saksi dan lima ahli.

Saldi meminta kubu Prabowo-Sandi memaksimalkan kualitas keterangan saksi yang akan dihadirkan di persidangan berikutnya.

Hakim MK lainnya, Suhartoyo mengatakan pihaknya lebih mempertimbangkan fakta-fakta dalam bentuk dokumen dan surat menyurat ketimbang keterangan saksi. Oleh karena itu, jelasnya,  MK tidak pernah membatasi para pihak yang ingin menyampaikan bukti dalam bentuk dokumen.

"Karena ini menggali kualitas dibanding kuantitas. Karena itu mahkamah minta kepada para pihak, walaupun apa yang didalilkan disanggah dan disampaikan meski secara oral tidak dibuktikan, kami tidak menafikan. Kami pelajari semua. Bahkan, sabtu minggu pun kami ada di kantor kami untuk pelajari bukti itu semua," imbuh Suhartoyo. (OL-8)

 

Baca Juga

Ist/DPR

Berbagi Pengalaman Menghadapi Covid-19 dengan Beberapa Negara

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 05 Juni 2020, 21:02 WIB
Adalah 41 peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan XLV Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang...
Antara/Septianda Perdana

KSP Minta Tokoh Masyarakat Ikut Kampanyekan Protokol Kesehatan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 05 Juni 2020, 20:14 WIB
Moeldoko menyebut protokol kesehatan pada masa kenormalan baru harus menjadi pola hidup baru di...
Ilustrasi

Densus 88 Amankan Satu Terduga Teroris dan Bahan Peledak

👤Antara 🕔Jumat 05 Juni 2020, 18:40 WIB
Densus 88 bersama Tim Gabungan Resmob dan Datasemen Khusus Antiteror Polda Kalbar mengamankan terduga teroris berinisial AR (21) beserta...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya