Selasa 18 Juni 2019, 20:46 WIB

BPTJ Sambut Positif Pengurangan Kemacetan di Jakarta

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
BPTJ Sambut Positif Pengurangan Kemacetan di Jakarta

MI/Pius Erlangga
kemacetan di jalanna ibu kota Jakarta

 

BADAN Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyambut baik data dari Tom Tom Index yang menyebutkan tingkat kemacetan di Jakarta menurun 8% pada 2018.

Apresiasi ditujukan juga kepada segenap stakeholder yang terlibat sebagaimana telah disampaikan bahwa keberhasilan pengelolaan transportasi di Jakarta tidak lepas dari peran semua stakeholder seperti Pemprov DKI Jakarta, Ditlantas Polda/Korlantas Polri, Kementerian PUPR, para operator angkutan umum penumpang dan barang, operator jalan tol, BPTJ dan bahkan pemerintah daerah di wilayah Bodetabek.

"BPTJ berpandangan penilaian positif dari lembaga seperti Tom Tom Index ini dapat menjadi pemacu untuk lebih intens lagi membenahi transportasi di Jakarta khususnya dan Jabodetabek umumnya," kata Kabag Humas BPTJ Budi Rahardjo dalam siaran pers, Selasa (18/6).

Menangani permasalahan transportasi di DKI Jakarta mau tidak mau harus pula menyinggung Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi karena wilayah-wilayah ini sudah menjadi satu wilayah yang teraglomerasi.

Baca juga : Trans-Jakarta Berjanji Tambah Lima Rute Baru Setiap Bulan

Sebagai contoh jutaan manusia dari wilayah Bodetabek setiap hari melakukan perjalanan komuter ke Jakarta untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

Kemacetan yang terjadi di Jakarta dan Bodetabek akan berkurang secara siginifikan apabila terbangun dan termanfaatkan sistem transportasi perkotaan berbasis angkutan umum massal yang teintegrasi baik secara fisik maupun sistem mencakup keseluruhan wilayah Jabodetabek.

BPTJ pun melakukan program guna mengurangi kemacetan sejak 2018 seperti penerapan kebijakan ganjil genap di pintu tol.

Kebijakan yang diterapkan di Pintu Tol Bekasi Barat dan Timur serta dipadukan dengan pembatasan angkutan barang serta angkutan umum bus premium.

"Hasil evaluasi menunjukkan kebijakan tersebut mampu mengurangi kepadatan di tol Japek ruas Bekasi menuju Jakarta hingga lebih kurang 50% hingga sebulan penerapan," ujarnya.

Kebijakan ini juga meningkatkan kecepatan rata-rata 40% bagi kendaraan yang melintasi ruas tol Bekasi menuju Jakarta dan menurunkan jumlah kendaraan pribadi menuju Jakarta hingga 30%.

Pengaturan lalu lintas saat Asian Games di Jakarta juga turut berperan mengurangi kemacetan di Jakarta. Kecepatan rata-rata kendaraan saat penyelenggaraan Asian Games di jalan-jalan protokol rata-rata meningkat 15%.

Langkah lainnya penyelenggaraan pelayanan Jakarta-Airport (JA) Connexion dan Jakarta–Residence (JR) Connexion.

BPTJ selama ini gencar meningkatkan keterjangkauan pelayanan angkutan umum massal bus baik berupa pelayanan point to poin menuju Bandar Udara (JA Connexion) maupun berupa pelayanan point to point dari perumahan sekitar Bodetabek menuju beberapa pusat aktivitas di Jakarta.

Tercatat hingga saat ini terdapat 497 unit bus untuk pelayanan JA Connexion yang meliputi 7 perusahaan operator bus serta 96 unit bus untuk pelayanan JR Connnexion juga dari 7 perusahaan operator bus.

"Keberadaan layanan ini telah menjadi alternatif masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum massal karena harga yang cukup terjangkau, pelayanan yang memadai serta terhindar dari lelah dan stress menghadapi kemacetan ketika menggunakan kendaraan pribadi," terangnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More