Rabu 19 Juni 2019, 02:00 WIB

Dodit Mulyanto Bikin Lagu Metal Komedi

Galih Agus Saputra | Hiburan
Dodit Mulyanto Bikin Lagu Metal Komedi

DOK INSTAGRAM
Dodit Mulyanto

 

KOMEDIAN Dodit Mulyanto, 33, tidak asing dengan dunia seni musik. Ia kini mencoba membuat lagu bersama seniman Cak Blangkon dan musikus rock yang juga gitaris Power Metal, Ipunk.

Dodit yang ketika pertama kali muncul sebagai komedian di salah satu stasiun televisi nasional dengan alat musik andalannya, biola, kini juga menggandeng sejumlah seniman lain, salah satunya Cak Hunter Parabola Tegangan Tinggi 2.000 Volt.

Kabar kiprah Dodit di dunia musik pertama kali terlihat di siaran kanal Youtube Dodit Mulyanto yang tayang pada Kamis (13/6) pekan lalu. Dalam kanal tersebut, Dodit tampak sedang sibuk memproduksi video klip lagunya berjudul Yellow Flower.

Lokasi syuting yang dipilih dalam produksi video klip lagu tersebut, antara lain Jembatan Suramadu, situs cagar budaya Rumah Abu Han, rel kereta api, dan kompleks makam Kembang Kuning, Surabaya, Jawa Timur.

Dalam video klip tersebut, laki-laki kelahiran Blitar, Jawa Timur, 30 Juni 1985 tersebut tampak mengenakan kostum koboi. Namun, saat ditanya bagaimana persisnya isi lagu maupun video klip yang dibuatnya itu, ia hanya mengajak para penggemar untuk mendengarkan sekaligus menonton video klip lagu tersebut.

"Jangan lupa dengarkan dan nonton laguku di video klip ini. Kamu pasti akan senang," seru Dodit.

Ipunk mengatakan, pengalamannya bekerja bersama Dodit dan Cak Blankon merupakan hal baru. Ia merasa kapasitasnya sebenarnya ialah musik metal, dia harus menyesuaikan diri dengan komedian.

"Ini bukan hal mudah bagi saya karena harus mencari bagaimana cara agar citra mereka tetap seperti itu dan saya tetap dengan cara bermusik yang serius. Tantangan yang harus saya hadapi ialah saya harus meredam cara saya bermain musik. Tapi saya seneng banget di sini sebab saya orangnya suka tantangan," tutur gitaris yang pernah tur bersama grup band God Bless dan Elpamas pada 1990-an itu.

Sementara itu, direktur video klip Tono Wisnu yang juga tampil dalam siaran tersebut mengatakan, ia hendak menampilkan adegan lucu yang bisa mendukung lagu. "Secara keseluruhan, lagu ini lebih banyak berisi soal curhatan hati, tapi lucu. Jadi, adegan yang kita buat harus mengarah ke banyak joke atau komedi," tutur laki-laki pemimpin produksi video klip lagu musikus kenamaan Indonesia, seperti Mike Mohede hingga band Kotak itu.

Cak Hunter Parabola yang kali ini berperan sebagi Cak Jambul, punya banyak kisah lucu di balik proses produksi video klip lagu tersebut. Ia muncul dalam berbagai adegan mulai yang melamun hingga memakan 10 batang rokok.

Ia juga terlihat dalam adegan makan atau disuapi nasi putih dengan lauk ayam yang kemudian ditukar dengan tas bergambar bandeng.

Adegan Cak Jambul lainnya yang tidak kalah lucu ialah kala ia mencuci mobil. Namun, kata Cak Jambul, mobilnya itu sebenarnya bukanlah mobil sungguhan, melainkan gerobaknya yang ditempeli tulisan Pajero Sport.

"Dalam adegan, pacarku aku suruh naik ke situ. Terus ada adegan yang lumayan seram juga, adegan bunuh diri. Tapi bunuh dirinya batal soalnya waktu nengok ada cewek cantik," tutur pemilik rambut berjambul kuning keemasan itu.

Jangan tiru
Menjelang akhir siaran konten, Tono Wisnu berharap proses produksi video klip tidak mengalami kekurangan sedikit pun. Ia juga berharap yang mereka rencanakan berjalan sesuai dengan usaha mereka pada saat sesi produksi. Selain itu, ia juga mengingatkan agar pemirsa video klip bijaksana saat menonton.

“Mungkin video ini agak ekstrem, terutama di adegan lucunya. Tetapi sekali lagi ini hanya hiburan. Jadi tidak ada maksud untuk memberikan edukasi yang tidak bagus, dan saya harap semua yang menonton semoga terhibur. Yang positif dan yang baik-baiknya saja yang diambil, yang kurang bagusnya jangan ditiru," imbuhnya. (H-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More