Pesulap Meninggal setelah Aksi Gaya Houdini

Penulis: (AFP/Yan/I-1) Pada: Selasa, 18 Jun 2019, 22:20 WIB Internasional
Pesulap Meninggal setelah Aksi Gaya Houdini

STR / AFP
Pesulap Chancal Lahiri

SANG pesulap yang bernama Chancal Lahiri mengikat dirinya dengan rantai mirip dengan atraksi pesulap legendaris Amerika Serikat Harry Houdini, dan tali kemudian diturunkan ke dalam sungai.

Ia diturunkan dengan crane ke perairan berlumpur dengan rantai dan tali. Lahiri berada di dalam kandang kecil yang digembok. Lengan dan kakinya tampak terikat dan matanya ditutup.

“Jika saya bisa membukanya­, itu akan menjadi keajaiban. Tetapi jika saya tidak bisa, itu akan menjadi tragis,” katanya kepada orang banyak.

Pria berusia 40 tahun yang kaki dan tangannya terikat erat itu tidak muncul dari dalam air. Para penonton termasuk keluarga dan anggota timnya mulai cemas. Tubuh Lahiri, anggota badan yang masih diikat dengan rantai baja, ternyata hanyut terbawa arus sungai sekitar 1 kilometer dari lokasi percobaan.

Polisi India telah menemukan mayat pesulap yang tenggelam ketika melakukan aksi mirip Houdini di sungai. “Petugas penyelamat menemukan mayat Lahiri Senin malam di Sungai Hooghly,” kata Wakil Komisaris Divisi Pelabuhan Kepolisian Kolkata, Syed Waquar Raza, kepada AFP.

Awalnya, pihak berwenang percaya bahwa tindakan menghilang bisa menjadi bagian dari aksinya. Namun, polisi terpaksa segera menurunkan bantuan untuk menyelamatkannya.

Sebelum aksinya, Lahiri mengatakan telah berhasil melakukan aksi serupa 21 tahun lalu di tempat yang sama di kota timur.

“Aku berada di dalam kotak kaca antipeluru yang diikat dengan rantai dan kunci dan jatuh dari jembatan Howrah. Lalu, aku keluar dalam 29 detik,” katanya.

Dia mengatakan sedang melakukan aksi menantang maut untuk membangkitkan minat pada sulap. “Dia seniman akrobat yang hebat dan ini ialah kerugian besar bagi komunitas sulap India,” kata sejarawan sihir India, sejarawan.

Sumit Kharbanda, presiden Persaudaraan Pesulap India di Delhi, mengatakan Lahiri telah melakukan aksi yang sama dengan sukses setidaknya selusin kali. “Dia dulu berlatih di kolam renang dan sungai,” kata Kharbanda. (AFP/Yan/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More