AS Mulai Memindahkan Jutaan Migran Ilegal

Penulis: (AFP/Yan/I-1) Pada: Rabu, 19 Jun 2019, 01:00 WIB Internasional
AS Mulai Memindahkan Jutaan Migran Ilegal

AFP
President Donald Trump

AMERIKA Serikat akan mulai menghapus jutaan migran ilegal minggu depan, Presiden Donald Trump mengatakan Senin, menambahkan bahwa Guatemala sedang bersiap untuk menandatangani kesepakatan negara ketiga yang aman.

“Minggu depan ICE akan memulai proses pemindahan jutaan alien ilegal yang secara ilegal menemukan jalan mereka ke Amerika Serikat. Mereka akan dipindahkan secepat mereka masuk,” kata Trump di Twitter, merujuk pada Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai agen.

Dia menambahkan bahwa Guatemala sedang bersiap-siap untuk menandatangani Perjanjian Ketiga-Aman, sebuah referensi yang jelas untuk pakta, yakni migran yang memasuki wilayah Guatemala harus mengajukan permohonan status pengungsi di sana.

AS sedang menghadapi lonjakan kedatangan migran dari Guatemala dan negara-negara Amerika Tengah miskin lainnya yang terganggu oleh kekerasan geng.

Jumlah ini telah melampaui kemampuan otoritas AS untuk sementara waktu melindungi dan memprosesnya. Trump menyebutnya invasi, dan telah menjadikan perang melawan migrasi ilegal sebagai prioritas utama pemerintahannya.

AS mengatakan tidak akan menawarkan bantuan lagi ke El Salvador, Guatemala, dan Honduras kecuali mereka mengambil tindakan konkret untuk mencegah migran tidak berdokumen dari menuju AS.

Untuk fiskal 2019, US$370 juta yang awalnya direncanakan akan dialokasikan untuk prioritas kebijakan luar negeri lainnya, kata Departemen Luar Negeri, dan semua bantuan di masa depan sekarang bersyarat. “Kami tidak akan menyediakan dana baru untuk program-program di negara-negara itu sampai kami puas pemerintah Segitiga Utara mengambil tindakan nyata mengurangi migran ilegal,” kata Ortagus.

Di bawah kesepakatan antara AS dan Meksiko, Meksiko setuju mengerahkan 6.000 pengawal nasional untuk memperkuat perbatasan selatannya, dan untuk memperluas kebijakan mengambil kembali migran ketika AS memproses klaim suaka mereka. (AFP/Yan/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More