Baru 20 Hektar Kebutuhan Lahan TPA Dibebaskan

Penulis: Gana Buana Pada: Selasa, 18 Jun 2019, 17:00 WIB Megapolitan
Baru 20 Hektar Kebutuhan Lahan TPA Dibebaskan

MI/IMMANUEL ANTONIUS
tpa sumur batu

PEMERINTAH Kota Bekasi butuh 50 hektar lahan baru untuk mengantisipasi kelebihan beban (overload) tempat pembuangan akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi. Namun, hingga 2018 kemarin, baru sekitar 20 hektar lahan yang dibebaskan.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pengadaan Lahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Bekasi, Usman Sufirman, mengatakan pemerintah sudah memiliki perencanaan pembebasan lahan di lima zona, bahkan sejak sebelum 2014 silam. Namun, pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Baca juga: Trans-Jakarta Berjanji Tambah Lima Rute Baru Setiap Bulan

“Misalnya dari Lingkungan Hidup (LH) butuhnya berapa, ya baru kita bebaskan segitu, tergantung mampunya anggaran juga berapa,” ungkap Usman, Selasa (18/6).

Menurut Usman, penetapan lokasi memang dilakukan dengan kebutuhan lahan dari dinas terkait. Tiap tahunnya Dinas LH membutuhkan sekitar 3-5 hektar lahan baru untuk menampung jumlah sampah yang masuk tiap hari.

Namun, kata Usman, harga tanah yang cukup tinggi membuat pemerintah kewalahan memenuhi kebutuhan tersebut. Hasilnya, tiap tahun pihaknya hanya bisa memenuhi sekitar 1 hektar lebih lahan baru di TPA Sumur Batu.

“Kita memiliki rencana perluasan 3,8 hektar dari 2018 kemarin. Tapi baru terpenuhi 1,1 hektar, dananya kurang Rp38 miliar dari kebutuhan biaya sekitar Rp42,5 miliar,” jelas Usman.

Pihaknya menargetkan, pada 2020 mendatang lahan sebesar 3,8 hektar selesai dibebaskan. Sehingga total lahan yang sudah dibebaskan sejak sebelum 2014 silam sebanyak 20 hektar. “Kalau memungkinkan, anggarannya disusulkan pada APBD Perubahan,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TPA Sumur Batu, Masropah, mengakui volume sampah di TPA Sumur Batu memang sudah overload. Ditambah, teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang sudah dicanangkan sejak 2015 silam belum juga maksimal. “Sudah overload, memang butuh lahan baru,” ungkap Masropah.

Baca juga: Wacana Cawagub Dari Gerindra, NasDem: Terlalu Jauh

Dia menjelaskan, area TPA Sumur Batu saat ini hanya menyisakan di zona aktif dari enam zona yang ada. Adapun, volume sampah yang masuk tiap hari konstan sebanyak 1.800 ton.

“Dari enam zona yang ada, hanya zona lima dan zona enam yang masih dapat dimanfaatkan untuk pemrosesan sampah,” pungkasnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More