Volume Air Waduk Sempor Kritis

Penulis: Liliek Dharmawan Pada: Selasa, 18 Jun 2019, 14:56 WIB Nusantara
Volume Air Waduk Sempor Kritis

MI/Liliek Dharmawan
Volume air Waduk Sempor, Kebumen, Jawa Tengah hanya tersisa 17,9% atau 7 juta m3. Volume air dalam kondisi normal 39 juta m3.

VOLUME air Waduk Sempor, Kebumen, Jawa Tengah sudah mulai kritis. Pasalnya, kini volume hanya tersisa 17,9%. Dalam kondisi normal, volume air waduk 39 juta meter kubik (m3) dan sekarang tinggal 7 juta m3. Meski kritis, air masih tetap dialirkan untuk menyelamatkan areal persawahan seluas lebih dari 6.400 hektare (ha).

Kepala Bagian Unit Pengelola Bendungan (UPB) Waduk Sempor, Darmaji, mengatakan sejak Maret lalu, curah hujan rendah dan bahkan dalam beberapa waktu terakhir tidak ada hujan.

"Akibatnya, dari volume air normal yang mencapai 39 juta m3, kini turun hingga 32 juta m3. Kini hanya tersisa 7 juta m3 saja. Untuk elevasinya turun hingga 19 meter, dari 72 meter menjadi 53,6 meter," jelas Darmaji, Selasa (18/6).

Menurutnya, meski saat ini volume air kritis, air waduk masih tetap dialirkan.

"Kalau sebelumnya, air dialirkan 1,65 m3 per detik, kini malah ditingkatkan menjadi 3,3 m3 per detik. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan areal pertanian dengan luas lebih dari 6.400 ha. Tanaman padi baru berumur antara 1-1,5 bulan, sehingga masih memerlukan suplai air dari waduk," ujarnya.

Hanya saja, lanjut Darmaji, berdasarkan perhitungan, air waduk hanya mampu mencukupi kebutuhan hingga 22 hari mendatang.

"Dari sisa volume air waduk 7 juta m3 per detik, saat ini harus dialirkan 3,3 m3 per detik. Diperkirakan sampai 22 hari ke depan, ada 5 juta m3 air yang bakal berkurang. Sisanya hanya 2 juta m3. Volume air tersebut tidak dapat dihabiskan karena untuk memenuhi kebutuhan air untuk PDAM," kata Darmaji.

Menurutnya, tahun ini merupakan rekor kekeringan di Waduk Sempor. Sebab pada waktu yang sama tahun sebelumnya, elevasi masih berkisar 60 meter, sementara saat sekarang 53 meter.

"Selain tidak ada hujan, pasokan air dari Sungai Cincingguling dan Sampang sudah tidak ada sama sekali. Sehingga tidak ada tambahan volume air di waduk," ungkapnya.

baca juga: Xhaka Bantah Hijrah ke Inter Milan

Sementara dari Banyumas dilaporkan, embung yang berada di Desa Wlahar Wetan, Kecamatan Kalibagor, mulai menyusut. Dampaknya areal sawah di sekitar embung jadi mengering, karena tidak ada pasokan air.

"Embung sudah menyusut, airnya tidak dapat digunakan untuk mengaliri sawah di sini," kata Prapto, 53, salah seorang petani setempat.

Ia mengatakan tidak tahu harus berbuat apa, karena areal sawah sudah mengering padahal umur padi masih berkisar antara 1-2 bulan. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More