Selasa 18 Juni 2019, 08:50 WIB

Setya Novanto di Gunung Sindur Sementara

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
Setya Novanto di Gunung Sindur Sementara

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Terpidana kasus korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto.

 

TERPIDANA korupsi proyek KTP elektronik Setya Novanto hanya menjalani pemeriksaan dan eva­luasi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

“Jadi tidak selamanya ada di situ. Setelah apa hasil rekomendasinya nanti. Nanti akan ada intervensi program kepada beliau,” ujar Direktur Pembinaan Napi dan Latihan Kerja Produksi Kementerian Hukum dan HAM Junaedi,  di Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Jakarta, kemarin.

Pelesiran Novanto yang menyalahgunakan izin berobat pada 14 Juni lalu ter­ungkap ke publik. Kementerian Hukum dan HAM pun memutuskan memindahkan Novanto ke LP Gunung Sindur yang memiliki tingkat pengamanan maksimum karena merupakan LP khusus napi teroris.

Namun, pemindahan Novanto dari LP Sukamiskin, Bandung,  dinilai anggota Komisi III DPR Arsul Sani bukan solusi terbaik. Hal itu tidak akan menyelesaikan masalah lemahnya pengawasan di LP Sukamiskin.

Arsul mengatakan pemusatan terpidana korupsi di LP Sukamiskin secara tidak langsung turut menjadi celah pelanggaran oleh petugas dan narapidana. Salah satunya karena napi koruptor umumnya merupakan sosok-sosok yang sebelumnya memiliki kekuasaan, jabatan, dan cukup materi.

“Berkumpulnya napi koruptor di situ, yang mantan tokoh, kemudian mantan pejabat tinggi secara sosial itu kan punya kemampuan untuk melakukan pressure juga kepada pengelola LP-nya,” ujar Arsul, di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Arsul mengatakan potensi tekanan pada pengelola LP itu menjadi salah satu masalah yang harus diselesaikan. Misalnya, dengan memecah atau tidak memusatkan LP bagi koruptor hanya di satu tempat.

“Jadi kemudian, menurut saya, perlu dipikirkan tak menjadikan hanya LP Suka­miskin untuk napi korupsi, tapi untuk beberapa LP lain agar bisa dipecah.”

Kasus pelesiran koruptor kelas kakap seolah hal lumrah. Selain Novanto, ada beberapa terpidana korupsi yang sempat berkeliaran keluar LP.

Novanto yang tengah menjalani masa hukuman 15 tahun penjara sejak 2018 kedapatan berkunjung ke toko bangunan di Kabupaten Bandung Barat bersama istrinya, Deisty Astriani Tagor. Ia berhasil mengelabui petugas pengawal LP Sukamiskin saat berobat di Rumah Sakit Santosa, Bandung.

Ini bukan kali pertama Novanto me­nyalahgunakan­ izin berobat. Pada akhir April lalu, Novanto kedapatan singgah di restoran sekitar RSPAD Gatot Subroto.

Novanto juga merupakan salah satu narapidana yang diduga mendapat sel mewah di LP saat masih dipimpin Wahid Husen­. Saat ini Wahid Husen telah mendekam di LP Sukamiskin atas perkara suap jual-beli fasilitas mewah tersebut.

Kewalahan
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku perilaku Novanto membuat kewalahan banyak pihak. Salah satunya Kepala LP Sukamiskin, Tejo Harwanto.

Sang kepala LP stres. Padahal, Tejo dianggap sebagai kepala LP terbaik yang pernah memimpin di LP Sukamiskin.

“Kepala LP Sukamiskin ini yang terbaik, bertahan selama 11 bulan, dan betul-betul orangnya keras tegas dingin, bahkan dimusuhi orang-orang di dalam,” ujar Yasonna, di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan akibat kasus Novanto tersebut, Tejo berpotensi mengalami kendala dalam promosi jabatan di waktu yang akan datang. (Medcom/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More