Tim Hukum 02 Akan Tempuh Langkah Hukum untuk Lindungi Saksi

Penulis: Rahmatul Fajri Pada: Senin, 17 Jun 2019, 20:51 WIB Politik dan Hukum
Tim Hukum 02 Akan Tempuh Langkah Hukum untuk Lindungi Saksi

Dok. Twitter
Nicholay Aprilindo

ANGGOTA Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Nicholay Aprilindo mengatakan berdasarkan pengalamannya pada 2014, ketika terlibat dalam sidang perselisihan suara pemilihan umum (PHPU) di MK sebagai tim kuasa hukum Prabowo-Hatta, banyak saksi yang tidak hadir atau tidak bersedia hadir di persidangan.

Hal tersebut terjadi lantaran berada di bawah ancaman dan tekanan dari pihak lain.

"Ini fakta yang harus kami ungkapkan, sehingga mau tidak mau pada 2019 ini kami harus menempuh langkah-langkah hukum untuk menjamin keberadaan saksi-saksi yang akan kami hadirkan," kata Nico saat diskusi di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (17/6).

Nico menjelaskan bahwa landasan hukum yang pihaknya pakai untuk meminta penjaminan keamanan maupun perlindungan terhadap para saksi adalah pasal 28 huruf G UUD 1945.

Baca juga : BW Sebut Tak Peduli Dinilai Bangun Framing Politik Teror

Selain itu juga pasal 29 dan pasal 30 undang-undang nomer 39 tahun 2009 tentang hak asasi manusia.

"Di samping itu juga landasan hukum lainnya adalah undang-undang nomer 12 tahun 2005 tentang konvensi internasional hak-hak sipil dan politik. Untuk itu lah dari tim kuasa hukum Prabowo-Sandi sangat berkepentingan untuk meminta perlindungan saksi itu kepada LPSK," tegasnya.

Meski demikian, Nicho menyadari LPSK itu menyangkut kasus tindak pidana, tetapi Nico menjelaskan bahwa dalam pelanggaran Pemilu juga terdapat pelanggaran-pelanggaran tindak pidana yang perlu diungkap.

Sehingga, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan agar LPSK memberikan jaminan saksi bagi para saksi maupun korban sesuai dengan undang-undang nomer 31 tahun 2014.

Nicho mengatakan pihaknya memerlukan dukungan perlindungan hukum dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal tersebut dilakukan untuk melindungi para saksi yang akan dihadirkan dalam sidang perselisihan suara pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Untuk itu besok tim kuasa hukum kami akan mengajukan surat pengajuan secara resmi untuk mendapatkan perlindungan saksi dari LPSK ke Mahkamah Konstitusi," tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More