Senin 17 Juni 2019, 20:41 WIB

KPK: Napi Koruptor 'High Profile' Akan Dipindah ke Nusa Kambangan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
KPK: Napi Koruptor

MI/ROMMY PUJIANTO
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan bahwa narapidana korupsi yang "high profile" akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

"Proses pemindahan awal narapidana kasus korupsi yang "high profile", tentu saja itu sudah mulai dapat dilakukan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, hari ini.

Untuk diketahui, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM terlebih dahulu mengusulkan untuk mengajukan nama-nama narapidana korupsi yang akan dipindahkan ke Nusakambangan itu.

"Rencananya di bulan Juni ini akan ada surat terlebih dahulu dari pihak Kementerian Hukum dan HAM dan kemudian kami pelajari dan dibahas bersama sehingga nanti dihasilkan daftar narapidana kasus korupsi yang akan dipindahkan ke Lapas Nusakambangan tersebut," ucap Febri.

Baca juga: Komisi III Usul Pecah Lokasi Lapas bagi Koruptor

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa berdasarkan pembicaraan sebelumnya dengan Kementerian Hukum dan HAM masih terdapat sel-sel di Nusakambangan dengan kategori pengamanan maksimum bisa digunakan untuk narapidana korupsi.

"Diharapkan dengan pemindahan tersebut dan sistem yang sudah ada kami juga sudah cek ke Nusakambangan untuk "maximum security", maka tidak ada lagi terjadi apa yang kemarin kita lihat misalnya ada narapidana yang ditemukan publik di toko bangunan atau ditemukan di rumah makan atau di tempat-tempat lain," tuturnya.

Diketahui, saat diberikan izin berobat di Rumah Sakit (RS) Santosa Bandung narapidana kasus korupsi KTP-e Setya Novanto sempat pelesiran di salah satu toko bangunan di Padalarang, Bandung Barat.

Sebelumnya, mantan Ketua DPR RI juga sempat terlihat di restoran Padang di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat saat sedang melakukan kontrol kesehatan di rumah sakit itu.(Ant/OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More