Radikalisme Diprediksi Masih jadi Masalah Utama di 2020

Penulis: Putri Rosmalia Octaviyani Pada: Senin, 17 Jun 2019, 21:15 WIB Politik dan Hukum
Radikalisme Diprediksi Masih jadi Masalah Utama di 2020

Antara/Nova Wahyudi
Jajaran Polri saat Rapat kerja dengan Komisi III DPR

POLRI memprediksi bahwa radikalisme dan intoleransi masih akan menjadi tantangan utama dalam hal keamanan di Indonesia pada 2020 mendatang. Perkembangan paham tersebut dianggap sebagai hal nomor satu yang paling mengancam stabilitas dan keamanan nasional tahun depan.

Wakil Kepala Polri Komjen Pol Ari Dono Sukamto mengatakan, Polri telah menginventarisasi daftar masalah yang paling berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dalam negeri pada 2020 mendatang.

Selain radikalisme dan intoleransi, terdapat beberapa ancaman lain, baik yang telah sejak lama ada hingga bentuk-bentuk ancaman baru akibat perkembangan teknologi dan globalisasi.

"Menjadi tugas dan tanggung jawab Polri sehingga diperlukan kesiapan pagelaran operasional polri untuk mengantisipasi ancaman kamtibmas 2020," ujar Ari Dono, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Senin, (17/6).

Baca juga : Presiden Minta Publik Percayakan Polri Ungkap Kasus 21-22 Mei

Ari menambahkan, hal lain yang menjadi potensi ancaman keamanan ialah hegemoni demokrasi yang menimbulkan potensi konflik dalam masyarakat. Proses globalisasi dan kemajuan iptek juga menghadirkan berbagai ancaman dari segi ideologi politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang perlu diantisipasi.

Selain ketiga hal tersebut, penyebaran narkoba dan terorisme, masih menjadi ancaman yang dalam taraf meresahkan masyarakat. Premanisme dan tindak kejahatan juga masih diprediksi hadir sebagai hal yang meresahkan masyarakat.

"Percepatan teknologi digital yang sangat cepat menuntut polri untuk mampu menjaga keamanan dari sisi siber. Semakin bertambah kejahatan berdimensi baru yang membutuhkan pengetahuan dan penanganan yang berbeda," ujar Ari Dono.

Pelanggaran dan angka kecelakaan lalu lintas, kejahatan pada perempuan dan anak, hingga penyelundupan pencurian terhadap sumber daya alam dan kerusakan lingkungan hidup diprediksi juga masih akan jadi tantangan yang akan muncul di 2020.

"Serta pulau terluar dan wilayah perbatasan peelu mendapatkan pengamanan khusus dari Polri," ujar Ari Dono.

Untuk memaksimalkan pencegahan dan penanganan ancaman-ancaman keamanan tersebut, Ari Dono mengatakan Polri meminta tambahan anggaran sebesar Rp12,93 triliun pada 2020. Dengan begitu anggaran Polri akan menjadi Rp111,42 triliun.

Baca juga : Kesigapan Aparat Amankan Jakarta Diapresiasi

Ia menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Keuangan menetapkan anggaran Polri 2020 sebesar Rp89,73 triliun. Naik sebesar 4,12% dibanding tahun 2019 yakni sebesar Rp86,19 triliun.

"Alokasi pagu indikatif itu belum mencukupi kebutuhan minimal anggaran lingkungan polri terutama yang bersumber rupiah murni," ujar Ari Dono.

Sementara itu, pimpinan Komisi III, Aziz Syamsuddin mengatakan, pihaknya mengerti kebutuhan anggaran untuk hal keamanan memang tidak sedikit. Namun, Komisi III masih perlu membahas lebih lanjut mengenai permohonan tersebut.

"Nanti fraksi-fraksi membahas dan bila dipandang perlu, kita dapat mengundang lagi mitra untuk menuju pagu definitif setelah nota keuangan tanggal 16 Agustus 2019," ujar Aziz. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More