Senin 17 Juni 2019, 22:40 WIB

Area Banjir Meluas

(DY/N-1) | Nusantara
Area Banjir Meluas

ANTARA FOTO/Bayu Pratama
Sejumlah pengendara melintasi Jalan Poros Pulau Laut yang terendam banjir di Desa Sungup Kanan, Kabupaten Kotabaru,

 

BANJIR yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan sejak dua pekan terakhir hingga kini masih berlangsung. Bahkan, banjir meluas dan melanda wilayah bagian hulu di Kabupaten Tabalong.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat banjir melanda Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong. Sebelumnya banjir terjadi di sejumlah wilayah, yaitu Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut. “Banjir di Kabupaten Tanah Bumbu dan Tanah Laut belum surut dan kini juga melanda Tabalong,” ungkap Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin Ujud.

Banjir di Tabalong ini dikhawatirkan akan meluas ke wilayah yang posisi kewilayahan­nya lebih rendah, seperti Balangan dan Hulu Sungai Utara. Menurut Wahyudin, selain tingginya curah hujan banjir, juga dipengaruhi kondisi daya dukung lingkungan yang rendah.

Ketinggian banjir yang me­rendam ratusan rumah warga itu rata-rata antara 80 sentimeter hingga 1,5 meter. Tercatat tujuh kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu yang direndam banjir. Beberapa daerah terpencil terisolasi akibat terputusnya akses ke lokasi bencana.

Informasi yang dihimpun dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel menyebutkan banyak korban banjir yang terpaksa mengungsi dan mulai kekurangan bahan makanan. Salah satunya ialah Desa Bakarangan, Kecamatan Kusan Hulu, yakni sebagian besar warga terpaksa meng­ungsi.

Sementara itu, banjir yang melanda Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, sejak 2 Juni juga masih memerlukan penanganan khusus. Bupati Konawe Utara, Ruksamin, memperpanjang masa tanggap darurat 14 hari terhitung mulai 16 Juni hingga 29 Juni 2019.

BNPB Kabupaten Konawe Utara menyebutkan pengungsi terdampak banjir mencapai 2.217 kepala keluarga (KK) yang terdiri atas 8.515 jiwa. Sementara itu, yang terdampak banjir di 47 desa dan empat kelurahan yang tersebar di enam kecamatan sebanyak 18.765 orang.

Enam kecamatan yang tergenang air akibat meluapnya tiga sungai, yaitu Sungai Lalindu, Walasolo, dan Wa­dambali ialah Kecamatan Andowia, Asera, Landawe,  Langgikima, Oheo, Wiwirano, dan Motul.

Banjir yang melanda Kabupaten Konawe Utara itu juga mengakibatkan 370 unit rumah hanyut dan 1.837 unit terendam air. Pada saat banjir melanda, ketinggian air mencapai tiga hingga empat meter sehingga mengakibatkan delapan bangunan masjid terendam air. (DY/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More