Senin 17 Juni 2019, 19:30 WIB

Tim Hukum Prabowo-Sandi Klaim Miliki Bukti Spesial

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Tim Hukum Prabowo-Sandi Klaim Miliki Bukti Spesial

ANTARA FOTO/Hafidz
Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta,

 

TIM kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku telah memiliki alat bukti andalan yang mampu menunjukkan kecurangan yang terjadi di Pemilu Presiden (pilpres) 2019. Bukti tersebut akan disampaikan pada lanjutan persidangan sengketa gugatan pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Anggota tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Dorel Almir, mengungkapkan alat bukti utama milik Prabowo-Sandi telah disiapkan bersamaan dengan alat bukti lain berupa dokumen C1 yang sudah dikumpulkan dari berbagai daerah di Indonesia. Dirinya mengklaim bahwa alat bukti yang sudah disiapkan akan membuktikan bahwa Pilpres 2019 berjalan penuh dengan kecurangan.

Baca juga: MK Masih Tunggu Tim Prabowo Lampirkan Bukti Fisik yang Kurang

"Bukti dominan itu C1, disamping itu ada lagi mungkin teman media nanti bisa dengar dalam persidangan alat bukti yang cukup wah. Ya nanti akan di sampaikan di persidangan itu akan ada alat-alat bukti yang cukup mencengangkan gitu," ungkap Dorel di Gedung MK, Jakarta, Senin (17/6).

Dorel melanjutkan, bukti-bukti yang telah disiapkan secara eksplisit akan membuktikan mengapa ada perbedaan peghitungan suara hasil Pilpres 2019 versi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Dorel menyebut, Prabowo-Sandi juga akan menghadirkan bukti dalam bentuk video.

"Saya akan cek lagi apakah hari ini akan dihadirkan (bukti video).Tapi bukti bukti video itu udah banyak secara sistematis nanti kan kita sampaikan," paparnya.

Hari ini, tim kuasa hukum Prabowo-Sandi berencana mengantarkan bukti yang dinilai kurang oleh hakim saat sidang pendahuluan pada 14 Juni lalu. Dorel menyebut, bukti yang akan diantarkan berjumlah 4 truk. Jumlah tersebut jauh lebih kecil dari pernyataan kuasa hukum Prabowo-Sandi dalam persidangan yang menyebut akan mengantarkan bukti sebanyak 4 truk. "Untuk yang hari ini kemungkinan 4 truk," tutur Dorel.

Empat truk yang hari ini rencananya akan dikirimkan ke MK tersebut berisi dokumen-dokumen C1 yang telah dikumpulkan menjadi alat bukti Prabowo-Sandi. Dokumen C1 tersebut berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Kalimantan, Bali, dan Jogja. "Selanjutnya nanti menyusul yang bagian lain, jadi hari ini kita lengkapi dulu alat bukti yang masih kurang," tutur Dorel.

Dorel mengaku penyerahan bukti ke MK harus dilakukan secara bertahap. Saat ini tim kuasa hukum Prabowo-Sandi masih melakukan proses fotokopi penggandaan alat bukti yang belum selesai.

Baca juga: KPU Sesalkan Sikap MK Terima Perbaikan Gugatan 02

"Kendalanya yang pertama adalah proses pengfotokopian ini atau penggandaan ini kan memerlukan ketelitian dan ke hati hatian ya, tentu kita harus menyampaikan yang bener bener cermat dan kita teliti lagi agar alat bukti itu tidak tumpang tindih," jelasnya.

Namun, kendati demikian Dorel memastikan Prabowo-Sandi akan tetap menyerahkan 12 truk alat bukti ke MK. "Kita tetap akan menyerahkan keseluruhan seperti yang sudah disampaikan dalam persidangan kemarin. Ini kita terus berkoordinasi dengan MK," ungkapnya. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More