Senin 17 Juni 2019, 18:45 WIB

Kivlan Akui Uang dari Habil untuk Demo, bukan Beli Senjata

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Kivlan Akui Uang dari Habil untuk Demo, bukan Beli Senjata

ANTARA FOTO/Reno Esnir
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen

 

TERSANGKA kasus dugaan kepemilikan senjata api Kivlan Zen mengaku menerima uang dari tersangka kasus dugaan percobaan pembunuhan pada tokoh negara Habil Marati. Kivlan menerima SGD4.000 atau setara Rp42.400.000.
 
"Mengakui, tapi tidak sesuai dengan tuduhan. Uang itu hanya untuk demo. Tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah pembelian senjata, membunuh tidak ada sama sekali," kata kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri, di Polda Metro Jaya, Senin (17/7).
 
Saat ini, Kivlan tengah menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Habil. Kivlan mulai diperiksa sejak pukul 11.00 WIB. Dalam pemeriksaan ini, Kivlan membawa bukti rekening penerimaan uang tersebut.

"Dicek tadi rekening. Dikasihkan rekeningnya, bahwa terima ke rekening ia terima dan sampaikan ada. Yang satu Rp50 juta. Yang satu lagi SGD4.000 untuk kegiatan antikomunis atau supersemar yang di Monas," tutur Yuntri.
 
Yuntri mengungkapkan Kivlan dan Habil saling kenal mengenal sejak setahun yang lalu. Mereka kenal lewat sebuah grup di media sosial WhatsApp (WA).
 
Uang yang diterima Kivlan, kata Yuntri, diberikan secara sukarela oleh Habil. Tak ada imbalan apa pun yang diharapkan oleh Habil.
 

Baca juga: Tolak Permohonan Kivlan, Wiranto: Hukum tak Bisa Diintervensi


"Sukarela saja. Mereka kan kenal dari WA grup. Itu grup untuk diskusi saja tentang masalah kebangsaan. Itu ada gerakan GMBI, karena di diskusi itu berkembang butuh uang untuk keperluan gerakan antikomunis, beliau (Habil) kasih," terang Yuntri.
 
Meski telah kenal satu tahun, Yuntri menyebut kliennya tak terlau dekat dengan politikus PPP itu.

"Dekat juga enggak, jauh juga enggak, tapi kenal baik," aku Yuntri.
 
Habil Marati disebut sebagai donatur eksekutor empat pejabat negara yang menjadi target pembunuhan. Ia menyerahkan uang Rp60 juta kepada para calon eksekutor. Namanya disebut dalam investigasi majalah Tempo yang berjudul 'Tim Mawar dan Rusuh Sarinah' yang terbit pada Senin (10/6) lalu.
 
Habil telah ditahan polisi. Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary, mengungkapkan Habil memberi uang kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebesar SGD15 ribu atau setara Rp150 juta.
 
Merujuk laporan Tempo, Kivlan memberikan uang itu kepada anak buahnya, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan untuk membeli senjata laras panjang dan pendek.

Senjata itu disebut untuk menembak mati Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Medcom/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More