Senin 17 Juni 2019, 17:50 WIB

Tolak Pemeriksaan, Sofyan Jacob Beralasan Sakit

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Tolak Pemeriksaan, Sofyan Jacob Beralasan Sakit

ist
Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob

 

MANTAN Kapolda Metro Jaya Komjen Pol (Purn) Sofyan Jacob belum bersedia diperiksa meskipun telah memenuhi pangilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Kuasa Hukum Sofyan, Ahmad Yani, mengatakan kliennya bersikap kooperatif dengan menghadiri panggilan kedua penyidik. Namun, memang dalam kondisi kurang sehat sehingga membawa surat keterangan kondisi kesehatan.

“Kondisi hari ini dia tidak sehat betul, karena ada surat keterangan (kesehatan). Tidak hanya sakit gigi, tapi juga diabetes dan gangguan saluran jantung," kata Yani di Mapolda Metro Jaya, Senin (17/6).

Untuk memastikan kebenaran pengakuan Sofyan Jacob, ujar Yani, penyidik memanggil tim medis guna mengecek kondisi kesehatan baik pemeriksaan diabetes, jantung dan denyut nadi.

"Berdasarkan denyut jantung dan nadi, menurut keterangan dari dokter yang ada di sini (Polda Metro) Pak Sofyan masih dianggap sehat dan bisa lanjutkan pemeriksaan," terangnya.

Baca juga: Sofyan Jacob Penuhi Panggilan Polisi

Namun, Sofyan Jacob tetap bersikeras tidak bersedia diperiksa dengan alasan kondisi kesehatan kurang baik berdasarkan surat keterangan yang dibawanya. Oleh karena adanya perbedaan hasil dokter sehingga pemeriksaan belum dilanjutkan.

"Belum tahu kita kelanjutannya apakah nanti akan dipanggil lagi dokter yang lebih khusus, lebih spesialis karena ini menyangkut penyakit dalam, tentunya memang harus disediakan dokter khsusus," terangnya.

Sofyan Jacob dipanggil pihak kepolisian terkait kasus dugaan makar dan juga menyebarkan berita hoax yang disampaikannya saat pidato di depan rumah Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada 17 April 2019 lalu.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More