Senin 17 Juni 2019, 17:10 WIB

MK Masih Tunggu Tim Prabowo Lampirkan Bukti Fisik yang Kurang

Putra Ananda | Politik dan Hukum
MK Masih Tunggu Tim Prabowo Lampirkan Bukti Fisik yang Kurang

MI/SUSANTO
Juru bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono.

 

MAHKAMAH Konstitusi (MK) sampai saat ini masih menunggu tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mengirimkan bukti fisik yang masih kurang. Bukti fisik tersebut dibutuhkan untuk melengkapi daftar alat bukti pada berkas permohonan Prabowo-Sandi yang telah diregistrasi oleh MK.

"Hari ini katanya (Prabowo-Sandi) akan menyerahkan. Saya tidak menghitung berapa boks dan truknya," tutur juru bicara MK, Fajar Laksono, saat ditemui di Gedung MK, Jakarta, Senin (17/6).

Baca juga: Bawaslu RI Tolak Permohonan Koreksi KPY Surakarta

Fajar menjelaskan, dalam permohonan awal dan perbaikan yang sudah diserahkan ke MK sebelum dimulainya sidang pendahuluan, kuasa hukum Prabowo-Sandi sudah menyerahkan daftar alat bukti P1-P177. Tidak semua daftar alat bukti dilengkapi dengan bukti fisik. Kekurangan bukti fisik tersebut lantas menjadi pertanyaan dari para hakim MK di persidangan.

"Dalam persidangan kemarin disebutkan beberapa alat bukti ada di daftar alat bukti tetapi tidak ada fisiknya. Kan begitu. Itu lah yang kemudian akan dilengkapi hari ini," jelas Fajar.

Selain menunggu pihak pemohon, Fajar menejelaskan, MK juga masih menunggu pihak termohon yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyampaikan alat bukti tertulis dari 34 provinsi dan KPU RI. Begitupun dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Fajar menjelaskan, hingga saat ini MK masih membuka pelayanan kepada pihak-pihak yang ingin menyerahkan alat bukti.

"Kita tunggu hari ini termasuk pihak terkait. Tapi kalau nanti misalnya meminta penambahan (hari) lagi ya tentu tergantung pada majelis hakim," jelas Fajar. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More