Pegawai KPK Ingatkan Pansel Telusuri Rekam Jejak Peserta

Penulis: M Ilham Ramadhan Avisena Pada: Senin, 17 Jun 2019, 16:05 WIB Politik dan Hukum
Pegawai KPK Ingatkan Pansel Telusuri Rekam Jejak Peserta

MI/ROMMY PUJIANTO
Penyidik sekaligus Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo di Jakarta,

PENDAFTARAN calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai dibuka hari ini. Menelusuri dan melacak rekam jejak para peserta ialah keniscayaan yang harus dilakukan panitia seleksi.

Demikian yang disampaikan Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Yudi Purnomo Harahap. Rekam jejak yang bersih menjadi syarat yang harus dipenuhi oleh pimpinan KPK.

"Salah satu syarat pimpinan KPK sesuai UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK adalah tidak pernah melakukan perbuatan tercela, tentu yang dimaksud adalah perbuatan yang dianggap oleh hukum sebagai kejahatan pidana, pelanggaran etika profesi sebelumnya, ataupun melakukan tindakan yang tidak pantas menurut masyarakat," terang Yudi dalam keterangan resmi, Senin (17/6).

Itu merupakan upaya untuk menghindari adanya ketakutan untuk memberantas korupsi lantaran adanya dosa masa lalu.

"Penelusuran jejak digital, wawancara mendalam, keterlibatan masyarakat, maupun kerja sama dengan lembaga negara dan instansi pemerintah merupakan salah satu cara agar benar-benar mendapatkan pimpinan KPK yang baik dan bersih," tukasnya.

Baca juga: LSM Antikorupsi Sumatra Tolak Pansel Capim KPK

Verifikasi akan hal-hal tersebut juga perlu dilakukan. Sehingga informasi yang didapat valid dan tidak menimbulkan pertanyaan di kemudian hari.

"Jangan sampai terkesan menjegal salah satu calon yang tentu saja tidak baik karena akan menciptakan persepsi ada calon titipan. Keterbukaan sangatlah perlu jika nanti diumumkan kenapa calon ini gagal dan calon ini berhasil ke tahap selanjutnya," imbuh Yudi.

Selain itu, pegawai KPK, sambung Yudi, berharap memiliki pimpinan yang berkualitas dan berintegritas. Pegawai tidak ingin sosok yang pernah tersangkut korupsi, permasalahan etik, tidak melaporkan LHKPN dan gratifikasi bagi yang sebelumnya berlatar belakang ASN atau penyelenggara negara, pernah terlibat narkoba, berideologi komunis bahkan tersangkut teroris.

"Seluruh masyarakat Indonesia pun berharap pimpinan KPK periode 2019-2023 merupakan orang terbaik bangsa ini yang akan memberantas korupsi tanpa pandang bulu," tutupnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More