Senin 17 Juni 2019, 14:05 WIB

Besok, KPU Siap Patahkan Tudingan BPN di Sidang MK

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Besok, KPU Siap Patahkan Tudingan BPN di Sidang MK

Antara Foto/RENO ESNIR
Komisioner KPU Ilham Saputra

 

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) selaku pihak termohon akan membacakan jawaban atas perbaikan permohonan yang diajukan tim kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN), Selasa (17/6) besok, di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Adapun, pukul 09.00 WIB besok ialah pemeriksaan persidangan dengan agenda pembacaan jawaban pihak termohon.

"Kami sudah menyiapkan bahan jawabannya. Ada beberapa hal terkait dengan misalnya Daftar Pemilih Tetap (DPT), kemudian terkait dengan sistem informasi perhitungan (Situng). Tentu saja kita akan jawab sesuai dengan data yang kita punya," ungkap Komisioner KPU Ilham Saputra di Gedung MK, Jakarta, Senin (17/6).

Baca juga: Bukti BPN yang Siap Baru 4 dari 12 Truk

BPN, dalam permohonannya menuding KPU telah merakayasa hasil Situng dengan angka tertentu. Untuk kesalahan input data entri Situng, menurut Ilham, pihaknya sudah pernah menyampaikan ke publik bahkan ke pihak BPN bahwa KPU telah memperbaiki kesalahan input data entri Situng tersebut.

"Kita juga sudah sampaikan disclaimer bahwa Situng ini bukan hasil resmi. Tetapi yang kita gunakan (hasil penetapan Pilpres) adalah rekapitulasi berjenjang dari TPS ke kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai KPU RI," terang Ilham.

Selain itu, KPU melalui kuasa hukumnya akan menyampaikan keberatan atas perbaikan permohonan BPN pada sidang besok hari. Keberatan KPU mengacu pada Peraturan MK Nomor 4/2018 dan PMK 1/2019 juncto PMK 2/2019 dimana sengketa hasil perselisihan pilpres tidak mengenal perubahan perbaikan permohonan. Selain itu, aturan tersebut juga diatur dalam Pasal 475 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More