Senin 17 Juni 2019, 13:35 WIB

Lepas 2 Miliar Saham, Bali United Go Public

Atalya Puspa | Ekonomi
Lepas 2 Miliar Saham, Bali United Go Public

ANTARA FOTO/BEI
Jajaran BEI dan Bali United saat pencatatan saham Bali United di Gedung BEI, Jakarta

 

PT Bali Bintang Sejahtera Tbk sebagai perusahaan yang memiliki dan mengelola klub sepak bola profesional Liga 1 Bali United resmi menjadi perusahaan publik ke-632 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan demikian, Bali United menjadi klub sepak bola pertama di Asia Tenggara yang go public.

Diperdagangkan dengan kode saham BOLA, Perseroan melepas sebanyak 2 miliar saham atau setara dengan 33,33% saham pada harga penawaran perdana yang ditetapkan sebesar Rp175 per saham.

Selama masa penawaran umum perdana saham yang dimulai sejak tanggal 10-12 Juni 2019 di Denpasar, Bali, saham BOLA banyak diminati.

Menariknya, peminat bukan hanya datang dari kalangan investor pasar modal melainkan dari supporter Bali United. Pada masa penawaran terjadi kelebihan permintaan kurang lebih 110 kali dari porsi penjatahan terpusat (pooling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat dengan komposisi investor ritel sebanyak 41% dan investor institusi sebanyak 59%.

Baca juga: Pelatih Bali United Keberatan Laga Pekan Keempat Ditunda

Perolehan dana dari IPO tersebut akan digunakan Perseroan untuk investasi, memperkuat struktur permodalan di entitas anak dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

CEO Bali United Yabes Tanuri mengungkapkan pelepasan saham Bali United untuk umum membuat semakin banyak pihak bisa mendukung tercapainya visi dan misi Bali United meraih sukses yang berkelanjutan. Pun mendukung klub terus berinovasi baik di bidang sepak bola maupun industri olahraga dan hiburan secara luas.

"Tentu saja juga termasuk para supporter yang kali ini dapat berperan lebih aktif dalam memperbesar dampak Bali United untuk mencapai tujuannya," kata Yabes dalam keterangan tertulis, Senin (17/6).

Di samping itu, Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto menyambut positif langkah klub Bali United. Menurut dia, hal tersebut menjadi sinyal industri sepak bola Indonesia semakin berkembang dan maju.

“Brand Bali United tentu akan semakin positif sebagai klub profesional dengan dukungan besar fans. PSSI akan selalu mendukung dan berharap akan ada klub lain yang mengikuti langkah Bali United,” ungkap Iwan.

Respon positif juga diungkapkan Direktur Utama PT Kresna Sekuritas Octavianus Budianto. Dirinya menyebut langkah IPO tersebut sangat menarik karena industri di sektor sepak bola merupakan mainan baru yang seksi.

"Selain akan menjadi klub sepakbola pertama di Asia Tenggara yang go public, potensi besar datang dari supporter yang fanatik dan jumlah penduduk Indonesia yang besar," tukasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More