Stok Obat Aman Untuk Korban Banjir di Konawe Utara

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Senin, 17 Jun 2019, 09:41 WIB Humaniora
Stok Obat Aman Untuk Korban Banjir di Konawe Utara

Antara
Banjir akibat meluapnya Sungai Konaweha, Konawe, Sultra menyebabkan 5.360 hektare sawah terendam dan memutuskan jalan trans Sulawesi.

KEMENTERIAN Kesehatan mengirimkan bantuan alat kesehatan lingkungan bagi warga terdampak banjir di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, pada pekan lalu. Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek mengatakan bantuan kesehatan terus dipenuhi. Selain alat kesehatan, Menkes menyampaikan stok obat-obatan masih tersedia di bufferstock provinsi.

"Rencananya minggu depan Kemenkes akan mengirim lagi obat-obatan," ujar Menkes melalui siaran pers, pada Minggu (16/6) malam.

Sebanyak 8 jenis alat kesehatan yang dikirimkan berupa sepatu boot 30 pasang, masker 3M respirator 1.920 pcs, penjernih air cepat 2.700 sachet, repelent lalat 60 paket, safety box 100 buah, rompi dan topi 30 buah, desinfektan air (padat) 150 kg, dan desinfektan air (tablet) 5.000 tablet. Tenaga media dan tenaga kesehatan juga diminta selalu siaga untuk membantu masyarakat terdampak.

Menkes menuturkan berdasarkan laporan tim kesehatan di lapangan, tenaga medis dan tenaga kesehatan selalu siaga di lapangan membantu para korban. Di sana telah didirikan pos kesehatan untuk menunjang pengobatan dan perawatan bagi korban banjir.

"Ada yang mengobati luka-luka, ada juga yang memeriksa kesehatan korban, termasuk memantau kesehatan anak dan ibu hamil," ujarnya.

baca juga: Dampak Perang Dagang, Asia Dapat Keuntungan Besar

Selain bantuan kesehatan, disampaikan Menkes, bahwa penanganan korban terdampak banjir melibatkan lintas sektor, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam penyediaan penampungan air bersih. Sejumlah provinsi Sulawesi Tenggara dilanda banjir sejak awal Juni lalu. Adapun wilayah terparah yakni Konawe Utara dan Konawe Selatan. Banjir mengakibatkan ratusan bangunan teredam dan ribuan orang mengungsi. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More