Minggu 16 Juni 2019, 23:15 WIB

TKN Sebut Tudingan Kecurangan Hanya Ramai di Medsos

Rudy Polycarpus | Politik dan Hukum
TKN Sebut Tudingan Kecurangan Hanya Ramai di Medsos

MI/Ramdani
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Jerry Sambuaga

 

SURVEI yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) secara tidak langsung menepis anggapan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengklaim Pemilu 2019 penuh kecurangan.

Survei SMRC menyebutkan, sebanyak 69% responden menilai Pemilu 2019 berjalan secara jujur dan adil.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Jerry Sambuaga mengatakan, lumrah jika tudingan kecurangaan diembuskan pihak yang kalah.

Menurutnya, tudingan kecurangan hanya ramai di media sodial.

Baca juga : Survei SMRC 69% Percaya Pemilu 2019 Jurdil, BPN : Tidak Fair

"Pihak yang kalah pasti mengatakan kecurangan. Itu biasa. Kami rasa isu-isu kecurangan hanya ramai di media sosial yang tidak mencermknkan suara rakyat. Faktanya, masyarakat bisa menerima apapun hasil pemilu," ujarnya ketika dihubungi, Minggu (16/6).

Kalaupun ada kecurangan, sambung Jerry, konstitusi sudah menyediakan jalur-jalur hukum, seperti Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi.

Lembaga-lembaga tersebut, jelas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar itu, yang berhak menilai dan memutuskan sengketa pemilu.

"Jadi bukan kecurangan yang berdasarkan opini semata, atau hoaks. Kita ini kan negara hukum, serahkan kepada lembaga-lembaga yang berwenang," tandasnya.

Dalam gugatannya ke MK, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selaku pemohon menguraikan argumentasi terkait pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), mulai dari penyalahgunaan anggaran belanja negara dan program/kerja pemerintah hingga penegakan hukum.

Jerry berharap, semua pihak mau menerima apa pun keputusan MK dalam sengketa hasil pilpres.

"Diterima atau tidaknya fakta atau dalil yang disampaikan untuk dipertimbangkan hakim, kami yakin MK menangani sengketa tersebut dengan berpegang pada keadilan," pungkasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More