Minggu 16 Juni 2019, 21:30 WIB

Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari II

Palce Amalo | Nusantara
Polisi Tahan Nakhoda dan ABK KM Nusa Kenari II

Thinkstock
Ilustrasi kapal tenggelam

 

KEPOLISIAN Resor Alor, Nusa Tenggara Timur sudah menahan Nakhoda Kapal Motor (KM) Nusa Kenari II, Piterson Plaituka yang tenggelam di perairan Tanjung, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/6).

Turut ditahan tiga anak buah kapal (ABK) kapal nahas tersebut yakni Yupiter Mokola, Loku Malaikosa, dan Epenetus Plaikari.

"Mereka diamankan di polres sambil proses pemberkasan," kata Kapolres Alor Ajun Komisaris Besar (AKBP) Patar Silalahi saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (16/6) sore.

Baca juga : KM Nusa Kenari II Kelebihan Muatan dan tidak Kantongi Izin Layar

Sedangkan penyidikan kecelakaan kapal tersebut ditangani Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda NTT yang dijadwalkan baru tiba di Alor pada Senin.

Dia menyebutkan nakhoda dan ABK dianggap lalai karena tidak melapor ke Syahbandar saat  meninggalkan pelabuhan. Kapal tersebut kemudian tenggelam karena dihantam gelombang tinggi dan angin kencang sekitar 20 mil dari pelabuhan.

Musibah itu mengakibatkan tiga penumpang meninggal dan empat penumpang hilang. Sedangkan 48 penumpang termasuk nakhoda dan ABK selamat.

"Selain angin dan gelombang, pelampung di kapal tidak memadai dan kerusakan pompa isap sehingga air yang masuk ke kapal tidak bisa dikeluarkan," ujarnya. (OL-8)

 

Baca Juga

MI/Denny Susanto

Bio Oil Cangkang Sawit Untuk Perangi Virus Korona

👤Denny Susanto 🕔Rabu 08 April 2020, 10:16 WIB
Pemilihan bio oil atau asap cair dari bahan baku cangkang atau limbah sawit sebagai disinfektan ini merujuk pada hasil penelitian...
 MI/PIUS ERLANGGA

Pengusaha Warteg di Jakarta Sebaiknya Jangan Mudik

👤Supardji Rasban 🕔Rabu 08 April 2020, 10:01 WIB
Saat ini sudah ada sekitar 200-an dari 900 pengusaha warteg asal Kelurahan Cabawan pulang kampung. Mereka saat ini tengah menjalani...
 ANTARA FOTO/Syaiful Arifin

Ribuan Buruh di Malang Dirumahkan

👤Bagus Suryo 🕔Rabu 08 April 2020, 09:55 WIB
Pekerja yang dirumahkan itu bekerja di industri hasil tembakau. Hal itu bukannya pemutusan hubungan kerja (PHK). Akan tetapi pengusaha...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya