Minggu 16 Juni 2019, 15:01 WIB

Empat Penumpang KM Nusa Kenari II Belum Ditemukan

Palce Amalo | Nusantara
Empat Penumpang KM Nusa Kenari II Belum Ditemukan

ANTARA/BASRI MARZUKI
ilustrasi -- tim Basarnas memetakan lokasi pencarian kapal motor yang tenggelam

 

TIM SAR gabungan menurunkan lima alat utama untuk mencari empat korban hilang musibah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nusa Kenari II, Minggu (16/6). Empat korban yang belum ditemukan adalah anak-anak.

Petugas menggunakan lima alat utama itu yakni Kapal SAR Antareja 233, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan tiga speed boat, dibantu dua perahu nelayan.

"Kami sudah memperluas pencarian ke arah barat laut dari lokasi kejadian sesuai arah angin dan arus, tetapi sampai pukul 13.00 Wita masih nihil," kata Kepala Basarnas Maumere Putu Sudayana saat dihubungi Media Indonesia.

Kapal tersebut mengangkut 48 penumpang dan empat anak buah kapal (ABK) dari Pelabuhan Teluk Mutiara Alor tujuan Mademang di Kecamatan Mataru pada Sabtu (15/60. Kapal tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi dan angin kencang di Tanjung Margeta, Kecamatan Alor Barat Daya.

Baca juga: KM Nusa Kenari Diduga Kelebihan Muatan

Musibah itu mengakibatkan tujuh penumpang hilang, tiga di antaranya sudah ditemukan dalam keadaan meninggal, sedangkan empat penumpang lainnya sampai Minggu masih dalam pencarian. Sementara 45 penumpang berhasil menyelamatkan diri. 

"Korban meninggal sudah dievakuasi ke rumah sakit," ujarnya.

Menurutnya, pencarian hari kedua berlangsung dari pukul 06.00-18.00 Wita, sedangkan pencarian pada hari ketiga akan difokuskan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal sekitar 20 mil dari Pelabuhan Teluk Mutiara. 

"Kami berpatokan pada penemuan korban ketiga, ditemukan Minggu pukul 02.00 dini hari," ujarnya.

Adapun tiga penumpang yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa yakni Maria, 70, Hariati M, 26, dan Matilda.  Selain itu dari 45 korban selamat, 16 orang di antaranya dirawat di rumah sakit. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More