Minggu 16 Juni 2019, 14:30 WIB

Blok Masela Ditargetkan Produksi 10,5 Juta Ton Gas Bumi per Tahun

Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi
Blok Masela Ditargetkan Produksi 10,5 Juta Ton Gas Bumi per Tahun

DOK. SKK Migas
Penandatangan HoA Blok Masela antara SKK Migas dengan INPEX Corporartion

 

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan INPEX Corporartion (INPEX) telah melaksanakan penandatanganan head of agreement (HoA) atau perjanjian pendahuluan pengembangan lapangan hulu migas Masela, Kepulauan Tanimbar, Maluku. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Presiden Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya dan President & CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda di Karuizawa, Jepang, Minggu (16/6).

Adapun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan serta Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Hiroshige Seko turut menyaksikan penandatanganan tersebut.

Untuk pengembangan Blok Masela, diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan produksi gas bumi ekuivalen sekitar 10,5 juta ton per tahun atau sekitar 9,5 juta ton liquid natural gas (LNG) per tahun dan 150 juta standard kaki kubik per hari (MMSCFD) gas pipa. Proyek ini ditargetkan mulai produksi (onstream) pada 2027 mendatang.

Baca juga: SKK Migas dan Inpex Corporation Siap Garap Blok Masela

Dwi Soetjipto pun menilai proyek ini merupakan langkah penting mengembangkan investasi di Indonesia, khususnya bagian timur.

“Penandatanganan HoA menjadi titik penting bagi investasi hulu migas di Indonesia, khususnya di laut dalam Indonesia bagian timur. Dengan pengembangan lapangan Masela, diharapkan akan segera masuk investasi luar negeri yang besar, dan dapat memberikan pengaruh positif bagi Foreign Direct Investment di Indonesia," kata Dwi melalui keterangan resmi, Minggu (16/6).

Dalam rangka mendukung perekonomian nasional, ia berharap tercipta multiplier effect bagi industri pendukung dan turunan di dalam negeri. Pun ke depannya diharapkan iklim investasi di Indonesia akan semakin baik dan kompetitif.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More