Minggu 16 Juni 2019, 14:23 WIB

Pengiriman Bantuan ke Korban Banjir di Konawe Terkendala Akses

Indriyani Astuti | Humaniora
 Pengiriman Bantuan ke Korban Banjir di Konawe Terkendala Akses

ANTARA/JOJON
Foto udara kondisi banjir bandang yang merendam rumah warga di Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/6).

 

DIREKTUR Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan pengiriman bantuan logistik untuk korban banjir di sejumlah wilayah di Sulawesi terkendala akses. 

Harry mengungkapkan pengiriman logistik ke masing-masing kabupaten memiliki tantangan tersendiri. Hal itu dipicu kondisi banjir yang belum surut dan beberapa akses jalan serta jembatan terputus terutama di Kabupaten Konawe, Sulawesi Utara.

Di Konawe, kata Harry, banjir belum surut di Kecamatan Pondidaha dan Kecamatan Wonggeduku sehingga kendaraan dari tim Kemensos yang membawa bantuan logistik, harus berjalan sangat pelan atau bahkan berputar arah mencari jalan alternatif.

"Perjalanan dari Dinas sosial Provinsi Sultra ke Kabupaten Konawe ditempuh selama tiga sampai empat jam. Biasanya satu jam dalam kondisi tidak banjir. Tantangannya karena banjir masih menggenangi hingga setinggi pinggang orang dewasa," ujarnya melalui siaran pers resmi Kementerian Sosial pada Minggu (15/6).

Penyaluran bantuan logistik dilakukan oleh tim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial bersama tim dari Dinas Sosial Provinsi Sultra dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Sultra.

"Sebanyak 10 orang tim gabungan telah bergerak mengawal dan mengirimkan bantuan logistik ke masing-masing dinas sosial terdampak bencana banjir. Untuk selanjutnya didistribusikan oleh dinsos kepada pengungsi," terangnya.

Kemensos menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah di Sulawesi yang terdampak bencana banjir. Untuk Kabupaten Konawe Selatan terdiri dari Lauk Pauk, Perlengkapan Anak, Perlengkapan Makan, Perlengkapan Keluarga, Selimut, Mie Instan, Makanan Anak, Tenda Gulung, Paket Sandang, dan Matras.

Adapun bantuan logistik untuk Konawe Utara berupa lauk pauk, paket dapur keluarga, perlengkapan anak, perlengkapan makan, makanan anak, selimut, paket sandang, paket keluarga, tenda gulung, matras, velbed, dan mie instan dan bantuan logistik. 

Untuk Kabupaten Kolaka Timur bantuan yang diberikan berupa lauk pauk, perlengkapan anak, perlengkapan makan, selimut, perlengkapan keluarga, mie instan, makanan anak, tenda gulung, paket sandang, dan matras.

Baca juga: Mentan Jamin Bangun Kembali Pertanian di Konawe Utara

Secara terpisah, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Kementerian Sosial telah menyalurkan bantuan tahap pertama. Bantuan dari Kementerian Sosial, imbuhnya, dikirim dari Gudang Regional Timur di Makassar telah berada di Dinas Sosial Provinsi Sultra. 

Selanjutnya dinsos provinsi mengirimkan bantuan ke dinas sosial kabupaten sesuai dengan permintaan dan kebutuhan masing-masing daerah.

"Selain bantuan dalam bentuk logistik, Kementerian Sosial juga telah menerjunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial dan tim layanan dapur umum di sejumlah titik terdampak banjir," ujar Mensos.

Sebanyak 35 Tagana Provinsi Sultra dan dibantu Tagana Kabupaten Konawe Utara juga diturunkan untuk mendirikan dapur umum yang melekat dengan layanan dukungan psikososial. Dapur Umum itu, imbuhnya, mampu melayani kebutuhan makan pengungsi dan relawan kebencanaan.

"Dalam satu kali produksi, dapur umum menyiapkan 2.700 porsi makanan untuk melayani lebih dari 1.500 pengungsi," ucapnya.

Sementara untuk LDP bagi pengungsi khususnya anak-anak di pengungsian, layanan tersebut diberikan oleh tim LDP Kementerian Sosial, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan relawan lainnya.

"Tim juga melakukan pendataan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi dan balita. Untuk korban lansia, kami membentuk shelter lapangan lanjut usia di lokasi banjir untuk memberikan pelayanan bagi lansia berupa pelayanan kesehatan dasar, dukungan psikososial dan pendataan serta assesmen kebutuhan," tuturnya.

Seperti yang telah diberitakan, banjir melanda beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra) antara lain yang terparah ialah Konawe Utara dan Konawe Selatan, pada awal Juni 2019 lalu. 

Data yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukan ada 6 kecamatan, 3 kelurahan, dan 38 desa yang terendam banjir. Ratusan bangunan juga terdampak, 185 rumah warga hanyut, 1.235 rumah terendam banjir, dan 5.111 jiwa dari 1.420 kepala keluarga harus mengungsi. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More