Anak Perlu Edukasi Pemanfaatan Gawai yang Sehat

Penulis: Antara Pada: Minggu, 16 Jun 2019, 14:00 WIB Humaniora
Anak Perlu Edukasi Pemanfaatan Gawai yang Sehat

THINK STOCK
Penggunaan gawai pada anak.

KETUA Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai literasi digital anak perlu ditingkatkan sehingga anak tidak terpapar muatan-muatan buruk yang berdampak pada hal-hal buruk yang dilakukan anak.    

"Saat ini, anak sangat mudah mendapatkan akses dengan fasilitas gawai. Agar tidak terpapar muatan buruk, orangtua dan guru perlu memberikan edukasi pemanfaatan gawai yang sehat," kata Susanto saat dihubungi, Sabtu (15/6).    

Susanto menyayangkan peredaran video asusila yang diduga dilakukan dua pelajar di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Menurut dia, anak usia sekolah seharusnya belajar dengan baik, bukan malah melakukan tindakan yang tidak pantas.   

Karena itu, untuk mencegah kejadian serupa terulang, Susanto mengimbau semua orangtua dan guru untuk meningkatkan kualitas karakter anak.   

"Orangtua dan guru harus melakukan langkah-langkah pencegahan agar anak tidak melakukan hal-hal buruk," tuturnya.    

Baca juga: Seto Mulyadi Rindu Lagu Edukatif untuk Anak

Terkait peredaran video asusila yang terjadi melalui perpesanan sekejap dan media sosial, Susanto mengimbau masyarakat untuk tidak ikut menyebarluaskan karena merupakan pelanggaran hukum. 

Sebelumnya, beredar video asusila yang diduga dilakukan pasangan pelajar di Kabupaten Bulukamba di dalam kelas.   

Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto mengatakan video tersebut
direkam pada April 2019 dan kedua pelajar tersebut sudah mendapatkan sanksi dari sekolah dan atas kesepakatan keluarga akhirnya dinikahkan dan tidak lagi tinggal di Bulukumba.    

"Peredaran video itu tentu kembali mengganggu psikologi mereka. Meski saat ini tidak lagi berdomisili di Kabupaten Bulukumba," katanya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More