Minggu 16 Juni 2019, 11:45 WIB

Sowan ke Zulhas, Sandiaga Disebut Mulai Tinggalkan Prabowo

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
Sowan ke Zulhas, Sandiaga Disebut Mulai Tinggalkan Prabowo

Medcom/M Syahrul Ramadhan
Sandiaga Uno (kanan) saat sowan ke kediaman Zulfikli Hasan

 

PENGAMAT politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin menilai calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mendekati Partai Amanat Nasional. Sowan yang dilakukan Sandiaga kepada Ketum PAN Zulkifli Hasan dinilai memiliki maksud tertentu.

"Silaturahmi dan komunikasi politik itu bisa saja arahnya menjadi tanda merapat kepada partai," kata Ujang, Minggu (16/6).

Ujang menilai sowan itu bisa menjadi sinyal Sandiaga akan meninggalkan Prabowo Subianto. Apalagi, PAN cukup aktif mendekatkan diri dengan kubu pasangan capres petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sandiaga disebut cukup pintar memilih partai untuk melanjutkan karier politik.

PAN, kata Ujang, membuat Sandiaga memiliki peluang bergabung dengan kubu petahana.

"Sandiaga itu kan awalnya kader Gerindra. Mungkin saja Sandi sudah kurang nyaman di Gerindra. Karena sering berbeda jalan dengan Prabowo pascapilpres," ujar Ujang.

Baca juga: Temui Zulkifli Hasan, Sandiaga Diskusikan Soal Ekonomi

Kubu Prabowo tidak bisa menahan Sandiaga. Sandiaga memiliki hak menentukan masa depan politiknya.

Ujang menilai wajar jika Sandiaga ingin berpaling. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu disebut memiliki potensi besar.

"Sandiaga juga tentu ingin masa depan politiknya panjang, jadi memilih partai yang nyaman dan bisa menyokong dirinya ke depan menjadi keniscayaan," kata Ujang.

Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengunjungi kediaman Ketua MPR Zulkifli Hasan (Zulhas). Keduanya sempat membahas perkembangan sidang sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sandiaga dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga membahas kondisi perekonomian yang belum membaik karena proses politik dalam negeri saat ini. Situasi politik dianggap menyandera kepastian bagi dunia usaha dan investasi. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

Mabes AD

KSAD Dukung Program Bela Negara untuk Milenial

👤Ant 🕔Jumat 03 Juli 2020, 20:22 WIB
Program bela negara ini dikemas dengan memanfaatkan media digital dan melalui ide-ide kreatif dalam...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

MKD Tunggu Laporan Terkait Pengusiran Dirut Inalum

👤Putra Ananda 🕔Jumat 03 Juli 2020, 20:14 WIB
Setelah menerima laporan, maka MKD akan melakukan pemeriksaan dan klarifikasi kepada anggota dewan yang...
Grafis

PN Jaksel tidak Tahu Djoko Tjandra Berstatus Buron

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 03 Juli 2020, 19:52 WIB
Hal itu dapat dimaklumi karena keterbatasan pengetahuan petugas atas status Djoko Tjandra yang masuk daftar pencarian orang sejak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya