Kerak Telor, Makanan Paling DIburu Pengunjung PRJ

Penulis: Antara Pada: Minggu, 16 Jun 2019, 10:30 WIB Megapolitan
Kerak Telor, Makanan Paling DIburu Pengunjung PRJ

MI/PIUS ERLANGGA
Sejumlah pedagang kerak telor meramaikan penyelenggaraan Jakarta Fair.

MAKANAN khas Betawi, kerak telor, yang terbuat dari ketan, telur, dan kelapa sangrai, menjadi jajanan yang selalu ada di acara tahunan Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau yang juga dikenal dengan Jakarta Fair.    

Berdasarkan pantauan di lapangan, ada sekitar 50 pedagang kerak telor yang tersebar di area PRJ di JIExpo, Kemayoran.    

Pembelinya pun tidak sedikit. Ada saja pengunjung PRJ yang mampir untuk membeli makanan bercita rasa gurih dan manis itu.    

"Saya suka kayak makan telur dan nasi disatuin gitu, enak rasanya," kata Anna yang ditemui saat membeli kerak telor di PRJ, Sabtu (15/6).    

Anna mengaku jajanan Betawi itu sudah menjadi makanan favorit yang pasti dibelinya setiap ia datang ke Jakarta Fair.   

"Saya orang Jakarta. Saya selalu datang ke Jakarta Fair. Tidak hanya berburu diskon, saya berburu makanan juga, ya salah satunya kerak telor ini," kata perempuan yang berasal dari Sunter, Jakarta itu.   

Baca juga: PRJ Sediakan Stan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor

Berbeda dengan Anna yang sudah menggemari kerak telor, Surti yang baru mencoba jajanan itu mengaku tercengang.    

"Ini kan pipih, saya kira cuma untuk camilan tahunya bisa buat kenyang ya," kata perempuan asal Solo itu.    

Penikmat kerak telor lainnya, Amel, mengatakan makanan yang dibuat di atas tungku arang itu adalah warisan yang harus diketahui anak-anaknya.    

"Kerak telor kan makanan khas Betawi dan orang Jakarta, ya ini warisan yang bisa saya kenalkan ke anak- anak saya," kata ibu dua anak itu.    

Kerak telor di Pekan Raya Jakarta dijual mulai dari Rp20.000 per porsi untuk yang menggunakan telur ayam dan Rp25.000 per porsi untuk telur bebek sebagai bahan dasarnya.    

Selain kerak telor, makanan khas Betawi lainnya juga dijual di Pekan Raya Jakarta seperti tauge goreng, soto mi, dan dodol. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More