Minggu 16 Juni 2019, 09:15 WIB

Menduniakan Cabai Lewat Festival Cabai

mediaindonesia.com | Advertorial
Menduniakan Cabai Lewat Festival Cabai

Dok Kementan
Berbagai jenis cabai yang ditampilkan dalam festival cabai

PARA perayaan acara Pehcun atau lomba perahu naga di Tangerang 15-16 Juni, Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Museum Tanah dan Pertanian Bogor serta Museum Benteng Heritage Tangerang turut andil meramaikan dengan mengadakan festival cabai.

Kementan, dalam hal ini Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Puslitbanghorti, dan Perpustakaan Pertanian bekerja sama dengan produsen benih cabai, membuka stan yang menampilkan berbagai jenis tanaman dan buah cabai lokal masyarakat maupun berbagai varietas hasil penelitian Litbang Pertanian dan East West baik hybrid dan Open Polinari.

Selain mengenalkan kepada masyarakat berbagai jenis cabai dan olahannya, beberapa acara juga meramaikan perayaan tersebut, mulai dari lomba merangkai dan mendekorasi pohon cabai, mengarang puisi, pameran lukisan dan kaligrafi, membuat gado-gado dan mengulek sambal, sampai penjualan benih cabai.

Baca juga: Kementan Bantu Korban Banjir Tujuh Kabupaten di Sulsel

Pimpinan Benteng Heritage Udaya Halim bahkan antusias menampilkan berbagai buah dan tanaman cabai dunia yang unik dan terpedas.

"Supaya masyarakat kenal berbagai jenis cabai. Saya pribadi ingin berlanjut di tahun mendatang dengan lingkup lebih besar bahkan tingkat nasional" ujar Udaya.

Pada acara perayaan yang dibuka oleh Wali Kota Tangerang tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura Suwandi menyampaikan pesannya kepada masyarakat.

"Banyak jenis cabai di Indonesia. Itu kekayaan plasma Nutfah. Harus kita jaga, kita kembangkan. Kalau masyarakat sudah mengenal, pasti juga akan menyayangi produk kita sendiri" pesan Suwandi.

"Jangan panik kalau cabai mahal, banyak substitusi jenisnya bahkan varian produk olahan pun beragam" sambung Suwandi. (RO/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More