Minggu 16 Juni 2019, 07:45 WIB

Kementan Bantu Korban Banjir Tujuh Kabupaten di Sulsel

Lina Herlina | Nusantara
Kementan Bantu Korban Banjir Tujuh Kabupaten di Sulsel

Dok. Kementan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersiap melepas truk pembawa bantuan bagi warga korban banjir, di Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) merespons cepat dampak bencana alam banjir yang melanda sektor pertanian dan masyarakat petani Sulawesi Selatan tepatnya di tujuh kabupaten, yakni Soppeng, Sidrap, Wajo, Pinrang, Bone, Enrekang, dan Luwu dengan memberikan bantuan totalnya senilai Rp10 miliar. Bantuan berupa benih padi, jagung, pupuk, ayam alat mesin pertanian berupa pompa air, traktor, dan ekskavator. Bantuan juga berupa sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Penyerahan bantuan langsung diberikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang terpusat di Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Sulawesi Selatan, kemarin. Hadir Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, anggota Komisi IV DPR RI, Irwan Zulfikar, Wakapolda Sulsel, Brigjen Adhas, Kasdam XIV Hasanuddin Brigjen Budi Sulistijono, Kepala BNPB Sulsel Yolak Dalimunte, Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, Bupati Enrekang, Muslimin Bado, juga Bupati Maros, Hatta Rahman, Wakil Bupati Wajo, Wakil Bupati Sidrap, Kadivre Bulog Sulsel, dan para mitra Kementerian Pertanian.

Mentan Amran mengatakan bantuan yang terkumpul Rp10 miliar tersebut bersumber dari penggalangan bantuan internal karyawan Kementan dan mitra sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap bencana alam banjir yang melanda Sulsel. Khusus lahan pertanian yang terkena banjir puso 3.000 hektare, diberikan bantuan benih dan pupuk dan juga traktor, bahkan ekskavator untuk membangun tanggul supaya tidak terkena banjir lagi.

"Ini kami datang atas arahan Presiden Jokowi, kami keliling habis dari Sulawesi Tenggara, ini di Sulawesi Selatan memberikan bantuan kepada yang kena dampak banjir," ujar Amran saat memberikan sambutan saat pelepasan bantuan korban banjir.

Kementan bersama dengan seluruh karyawan dan para mitra, sejak awal bencana alam yang menimpa Lombok, Palu, Sulawesi Tenggara dan hari ini Sulawesi Selatan telah menggalang bantuan untuk membantu korban. Penanganan lahan pertanian yang terkena dampak banjir dilakukan secepatnya karena potensi komoditas pertanian di Sulsel sangat banyak dan merupakan salah satu daerah agraris atau lumbung pangan Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel selalu di atas nasional yang sebagian besarnya didukung sektor pertanian sehingga harus dijaga dan ditingkatkan melalui bibit unggul dan pertanian modern, yakni teknologi 4.0 serta mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

"Terkait pengelolaan air irigasi, di era pemerintahan Jokowi-JK, telah dibangun tiga bendungan besar di Sidrap, Luwu, dan Jeneponto yang nilainya Rp3 triliun," beber Amran.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kementan terhadap bencana banjir yang melanda tujuh kabupaten di Sulawesi Selatan. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk kepedulian Presiden Jokowi terhadap pembangunan dan masyarakat Sulsel sangat besar. (LN/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More