Minggu 16 Juni 2019, 06:20 WIB

Gugatan 02 di MK Dinilai Sebatas Perasaan

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Gugatan 02 di MK Dinilai Sebatas Perasaan

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Suasana sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta.

 

GUGATAN sengketa hasil pilpres yang mulai diajukan tim kuasa hukum paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi ke Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai Juru Bicara TKN Jokowi-Amin, Taufik Basari, jauh dari aspek faktual, tetapi lebih banyak aspek emosional.

"Kalau bicara hukum itu soal fakta dan bukti, bukan perasaan. Oleh karena itu, maka penting setiap dalil itu harus ada bukti. Pada saatnya nanti kita akan lihat bahwa apa yang dinarasikan oleh tim kuasa hukum 02 ini memang betul hanya perasaan saja," ujar Taufik, Sabtu (15/6).

Bukti yang diajukan tim kuasa hukum 02 dinilai lemah. Bukti yang diajukan dalam persidangan MK banyak mengandalkan pada peristiwa dalam link-link berita media.

Sekretaris Tim hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan, mengatakan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno cenderung mencari-cari kesalahan dan melupakan substansi sengketa yang diajukan ke MK. "Mereka lebih banyak menyampaikan tuduhan, indikasi-indikasi pembuktiannya atau kejelasannya, faktanya sangat minim," kata kata Irfan.

Hal senada diungkapkan Pakar Hukum Tata Negara Prof Juanda. Ia menilai bukti-bukti yang diajukan tim hukum Prabowo-Sandi terbilang lemah untuk membuktikan dalil argumennya yang menyebut telah terjadinya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pilpres 2019.  "Kalau kita lihat dari akumulasi dari semua dalil-dalil dalam permohonan itu kelihatannya mereka sedikit sekali bahan untuk memperlihatkan adanya bukti-bukti tentang persoalan kecurangan," tandas Juanda.

Hal itu tampak saat hakim Ketua Konstitusi Anwar Usman menanyakan perihal bukti fisik yang kurang kepada pihak pemohon. "Ini memperlihatkan apakah ini belum ada buktinya, masih dicari, atau memang tertinggal. Makanya nanti kita lihat di-ending-nya ada enggak bukti fisik ini," tutup Juanda. (Uca/Mal/I-1)

Baca Juga

Instagram @mumtazrais

Saat Diingatkan Wakil Ketua KPK, Mumtaz Rais: Kamu Siapa?

👤Antara 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 20:35 WIB
Nawawi ingin mengingatkan bahwa ada aturan di penerbangan yang wajib dipatuhi oleh siapapun, tidak peduli Anda pejabat negara ataupun...
MI/MOHAMAD IRFAN

Inilah 3 Klaster Kasus Joko s Tjandra

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 20:08 WIB
Adapun klaster ketiga terkait proses penghapusan red notice, serta pembuatan dan penggunaan surat jalan palsu untuk Joko...
Dok.Setwapres

Wapres: Jaga Kesepakatan Pendiri Bangsa

👤Emir Chairullah 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 18:40 WIB
Wakil Presiden meminta seluruh masyarakat Indonesia, termasuk umat Islam menjaga kesepakatan para pendiri...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya