Suasana Hati Biyan

Penulis: Suryani Wandari wandari@mediaindonesia.com Pada: Minggu, 16 Jun 2019, 04:10 WIB Weekend
 Suasana Hati Biyan

MI/MOHAMMAD IRFAN
koleksi musim semi/panas 2020 dari Biyan

Koleksi musim semi/panas 2020 yang bertajuk The Wonder Garden dikatakan Biyan sebagai refleksi pencarian kelegaan ditengah ritme hidup.

LEPAS, bebas, dan cantik, begitulah kesan yang tampak dari koleksi musim semi/panas 2020 dari Biyan. Busana-busana longgar di atas bahan mewah dan sarat detail bordir, sulam atau payet, yang semuanya memang menjadi ciri khasnya tampak semakin semarak dalam koleksi yang diperagakan di Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (23/5).

Perbedaan yang paling terasa dari koleksi-koleksi sebelumnya ialah pilihan palet warna yang lebih gelap, berani, dan kontras. Desainer senior bernama lengkap Biyan Wanaatmadja itu banyak menggunakan warna dasar hitam, sedangkan untuk motif bunga dipilih warna merah menyala dan ada pula semburat biru. Pilihan warna merah itu tampak disesuaikan dengan motif bunga yang merupakan jenis poppy.

Jika di koleksi sebelumnya Biyan selalu menggabungkan beberapa motif dalam satu busana yang dipotong dan dijahit sembarang, di koleksi ini ia menampilkan busana yang menggabungkan dua hingga tiga motif, tetapi dengan perpindahan motif yang lembut. Motif flora lain yang terlihat ialah motif daun palma.

Kerumitan pengerjaan koleksi itu dapat ditangkap mudah dengan permainan payet dan kristal yang penuh dan beragam tekstur.

Di sisi lain, koleksi itu terkesan lebih tangguh dan edgy ketimbang koleksi-koleksi sebelumnya. Kesan perempuan tangguh itu muncul lewat artikel fesyen maupun aksesori, seperti outer dengan lengan balon serta penggunaan sarung tangan, anting, dan kalung yang juga memiliki tekstur bunga dan unsur flora lainnya.

Suasana hati

Kepada media, sebelum peragaan, Biyan menjelaskan, jika koleksi bertajuk The Wonder Garden itu terinspirasi dari suasana hatinya saat travelling.

"Mengikuti suasana hati yang seolah sedang mencari kelegaan di tengah ritme hidup yang terpacu semakin cepat sehingga koleksi ini dirasakan menjadi sebuah sanctuary of nature," kata desainer yang menimba ilmu fesyen di Jerman dan Inggris itu.

Inspirasi lainnya datang ketika dirinya berbenah memindahan kantor pusatnya. Ia mendapati lemari arsip yang memiiki kenangan tentang beberapa motif.

"Beberapa di antaranya series of vintage botanical florals and tree images dan posters yang menarik perhatian saya. It feels like this is what I've been missing," tambah pria kelahiran Surabaya, 20 Oktober 1954, itu.

Lebih dari 100 tampilan ia keluarkan pada koleksi ini sehingga siluetnya pun beragam, dari gaun midi, panjang, hingga busana luaran bergaya kimono ataupun luaran dengan hoodie. Biyan dan timnya melengkapi pesona peragaan itu menjadi sajian penampilan yang memukau karena tata panggung layaknya di taman yang syahdu sekaligus misterius. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More