Delapan Kantong Gajah dalam Kondisi Kritis

Penulis: MI Pada: Minggu, 16 Jun 2019, 01:50 WIB Weekend
Delapan Kantong Gajah dalam Kondisi Kritis

Dok. MI
Gajah Sumatra

ORGANISASI perlindungan satwa WWF menyatakan delapan kantong gajah yang menjadi habitat asli bagi gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) kondisinya kini kritis. Kondisi yang kian memprihatinkan

itu berpeluang terjadinya kepunahan lokal karena perubahan bentang alam membuat konflik dengan manusia makin sering terjadi.

Humas WWF Program Riau Syamsidar mengungkapkan, habitat asli gajah di provinsi itu sudah banyak yang beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri, sedangkan habitat berbentuk hutan makin sedikit.

Hal itulah, ujarnya, yang membuat konflik gajah dengan manusia tidak bisa dihindari dan makin sering terjadi.

Alih fungsi hutan di kantong gajah juga kian mengancam kelestarian satwa dilindungi tersebut. Berdasarkan survei WWF, populasi gajah di sejumlah kantong tinggal segelintir dan berpeluang terjadi kepunahan lokal (local extinction).

Ia mengungkapkan, di kantong gajah Kabupaten Rokan Hilir saat ini tersisa satu individu gajah. Begitu juga di kantong Batang Ulak. Sementara itu, di kantong Mahato-Barumun tinggal tiga individu, dan di kantong gajah Balai Raja hanya tinggal lima individu. (H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More