Sabtu 15 Juni 2019, 16:30 WIB

Inggris Berniat Raih Nol Emisi pada 2050

Antara | Internasional
Inggris Berniat Raih Nol Emisi pada 2050

antara
Gambar Ilustrasi nil emisi.

 

PEMERINTAH Inggris mengumumkan komitmennya untuk mencapai batas nol emisi gas rumah kaca pada 2050 demi meningkatkan kesehatan masyarakat, kualitas udara dan keanekaragaman hayati.

Komitmen itu dinyatakan melalui undang-undang yang ditetapkan pekan ini akan menempatkan Inggris pada jalur menjadi salah satu negara ekonomi besar pertama yang menetapkan target nil emisi dalam undang-undang, menurut keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Inggris yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/6).

Selanjutnya, Youth Steering Group akan memberikan masukan kepada Pemerintah Inggris tentang kebijakan perubahan iklim dan lingkungan. Instrumen hukum untuk mengimplementasikan hal itu dipaparkan di Parlemen Inggris pada Rabu (12/6).

Instrumen hukum itu akan mengamandemen Undang-Undang Perubahan Iklim 2008. Atas saran dari para ahli independen di Komite Perubahan Iklim, Perdana Menteri Inggris Theresa May dijadwalkan bertemu dengan para siswa jurusan sains dan tehnik guna membahas target untuk meraih nil emisi itu.

Pemerintah Inggris menilai bahwa langkah lebih jauh diperlukan untuk mengatasi dampak perubahan iklim. Komite Perubahan Iklim Inggris memprediksi manfaat yang signifikan bagi kesehatan masyarakat, termasuk penghematan biaya kesehatan dari National Health Services (NHS), dengan pencapaian kualitas udara yang lebih baik, polusi suara yang lebih minim serta peningkatan keanekaragaman hayati.

Langkah itu dapat menjadikan Inggris sebagai negara G20 pertama yang membuat undang-undang untuk emisi bersih nol, dan negara-negara ekonomi besar lainnya diharapkan mengikuti jejak Inggris mengingat upaya meraih nil emisi sangat penting.

Baca juga: PLTA Tulang Punggung EBT Turunkan Emisi

"Kita sedang berada dalam bencana iklim dan perlu mengambil langkah yang radikal atau kita - dan planet ini - akan menghadapi malapetaka yang tidak akan bisa diperbaiki," ujar Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Moazzam Malik.

"Jika dunia tidak bertindak sekarang, perubahan iklim dapat menyebabkan 100 juta orang lagi jatuh ke dalam jurang kemiskinan ekstrem pada 2030, dan sebanyak 720 juta pada 2050," lanjut Malik.

Untuk itu, pemerintah Inggris akan melakukan penilaian lanjutan dalam waktu lima tahun untuk mengonfirmasi bahwa negara-negara lain juga mengambil tindakan yang sama serta melipatgandakan inisiatif kepemimpinan Inggris dalam mengatasi perubahan iklim.

Target nil emisi pemerintah Inggris itu berasal dari saran ilmiah tentang apa yang perlu dilakukan untuk menghindari perubahan iklim yang berbahaya.

"Kami mendesak semua negara untuk mempertimbangkan komitmen serupa, meningkatkan target iklim nasional mereka pada KTT Aksi Iklim PBB September tahun ini," ucap Malik. (OL-7)

 

Baca Juga

AFP/Martin BUREAU

Tunawisma yang Meninggal di Prancis Tetap Dikubur Secara Layak

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 31 Maret 2020, 21:25 WIB
Badan persaudaraan amal dari Saint Eloi di Bethune tetap melakukan pemakaman secara layak pada tunawisma di tengah wabah covid-19 yang...
Antaranews

149 WNI di Fiji Bebas Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:26 WIB
Di Fiji terdapat lima warganya terkena...
AFP/NARINDER NANU

Rawat Pasien Covid-19, Dokter di India Pakai Jas Hujan dan Helm

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 31 Maret 2020, 19:02 WIB
Kurangnya alat pelindung diri (APD) di India memaksa beberapa dokter di sana untuk menggunakan jas hujan dan helm sepeda motor saat merawat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya