Sabtu 15 Juni 2019, 14:45 WIB

Kementan Bantu Korban Banjir di Sulawesi Selatan

mediaindonesia.com | Advertorial
Kementan Bantu Korban Banjir di Sulawesi Selatan

Dok. Istimewa
Mentan Andi Amran Sulaiman di acara pelepasan pemberian bantuan untuk korban banjir di Sulawesi Selatan.

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) merespons cepat bencana alam banjir yang melanda Sulawesi Selatan tepatnya di tujuh kabupaten yakni Soppeng, Sidrap, Wajo, Pinrang, Bone, Enrekang dan Luwu dengan memberikan bantuan totalnya senilai Rp10 miliar. Bantuan berupa benih padi, jagung, pupuk, ayam alat mesin pertanian berupa pompa air, traktor dan ekskavator. Bantuan juga berupa sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Penyerahan bantuan langsung diberikan Mentan Andi Amran Sulaiman yang terpusat di Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/6). Hadir Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Anggota Komisi IV DPR Irwan Zulfikar, Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Adhas, Kasdam XIV Hasanuddin Brigjen TNI Budi Sulistijono, Kepala BNPB Sulawesi Selatan Yolak Dalimunte, Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Bupati Enrekang Muslimin Bado, Bupati Maros Hatta Rahman, Wakil Bupati Wajo, Wakil Bupati Sidrap, Kadivre Bulog Sulawesi Selatan, dan para mitra Kementan.

Amran mengatakan bantuan yang terkumpul bersumber dari penggalangan bantuan internal karyawan Kementan dan mitra sebagai bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap bencana alam banjir yang melanda Sulawesi Selatan. Khusus lahan pertanian yang terkena banjir puso 3 ribu hektare, diberikan bantuan benih dan pupuk dan juga traktor, bahkan ekscavator untuk membangun tanggul supaya tidak kembali terkena banjir.

"Ini kami datang atas arahan Presiden Jokowi, kami keliling habis dari Sulawesi Tenggara, di Sulawesi Selatan memberikan bantuan kepada yang kena dampak banjir. Dan masih banyak lagi bantuan lainnya. Bantuan yang terkumpul tadi ada Rp10 miliar, itu dari karyawan Kementan dan mitra. Kami ucapkan terima kasih," kata Amran saat memberikan sambutan pada pelepasan bantuan.

Amran menegaskan Kementan bersama dengan seluruh karyawan dan para mitra, sejak awal bencana alam yang menimpa Lombok, Palu, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan telah menggalang bantuan untuk membantu korban. Sektor pertanian Sulawesi Selatan yang terkena dampak banjr, dipastikan segera dipulihkan.

"Lahan pertanian yang sudah diasuransikan, diberikan ganti rugi 100%. Bagi lahan yang belum terasuransi, diberikan bantuan benih dan pupuk," tegasnya.

Menurut Amran, penanganan lahan pertanian yang terkena dampak banjir dilakukan secepatnya karena potensi komoditas pertanian di Sulawesi sangat banyak karena merupakan salah satu daerah agraris atau lumbung pangan Indonesia.

Baca juga: 27 Desa Terendam Banjir

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan selalu di atas nasional yang sebagian besarnya didukung oleh sektor pertanian, sehingga pembangunan pertanian di Sulawesi Selatan harus dijaga, bila perlu ditingkatkan melalui bibit unggul dan pertanian modern yakni teknologi 4.0 serta mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

"Terkait pengelolaan air irigasi, di era pemerintahan Jokowi-JK, telah dialokasikan pembangunan tiga bendungan besar di Sidrap, Luwu dan Jeneponto yang nilainya Rp3 triliun. Di era pemerintahan Jokowi akan terbangun semua," beber Amran.

Sementara Sudirman, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kementan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden Jokowi terhadap pembangunan dan masyarakat Sulawesi Selatan sangat besar.

"Dampak banjir tahun ini cukup besar, sekitar 15 ribu hektare padi, 2.002 hektare kedelai, dan jagung beberapa hektare. Ini bukti bahwa banjir ini menjadi bencana rutinitas," ujarnya.

Oleh karena itu, Sudirman menegaskan bantuan pemerintahan Jokowi-JK yang membangunan bendungan besar nilainya Rp3 triliun di Sulawesi Selatan benar-benar dapat membantu mengatasi banjir dan pembangunan pertanian ke depannya. Upaya jangka panjang yang dilakukan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kementan, akan membangun tanggul keliling berbentuk cincin di Danau Tempe.

"Ide ini sangat diterima. Kementan membantu 20 ekskavator untuk dibentuk brigade provinsi. Kalo bisa dibendung kita bisa mengontrol airnya, dan semoga ini bisa menjadi solusi mengatasi banjir" tegasnya.

"Dengan demikian, ada potensi bagaimana mengubah banjir sebagai energi negatif menjadi energi yang positif, menjadi sumber air irigasi. Kalau sudah ada air melimpah, tinggal kita maintance," imbuh Sudirman.

Irwan menilai upaya penanggulangan banjir di Sulawasi Selatan sebagai terobosan yang luar biasa, karena dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan secepatkan dapat memulihkan pembangunan infrastruktur pertanian. Bantuan benih, pupuk dan alat mesin pertanian sesuai dengan kebutuhan masyarakat petani yang terkena dampak banjir.

Oleh karena itu, sambung Irwan, Komisi IV DPR mendukung penuh berbagai terobosan pembangunan pertanian yang dilakukan Mentan Amran. Pasalnya, capaian pembangunan pertanian selama lima tahun terakhir sangat produkrtif, seperti peningkatan produksi sehingga ketahanan pangan terwujud.

"Lihat saja, beberapa pangan yang selama ini kita impor, misalnya beras, jagung dan bawang merah sudah tidak impor lagi ke depannya," ujarnya. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More