Hindari Konsumsi Produk Susu untuk Penderita Radang Sendi

Penulis: Torie Natalova  Pada: Sabtu, 15 Jun 2019, 11:45 WIB Humaniora
Hindari Konsumsi Produk Susu untuk Penderita Radang Sendi

USA Today
Produk susu

ARTHRITIS  atau radang sendi adalah kelainan yang ditandai dengan nyeri sendi dan peradangan. Ada beberapa jenis radang sendi seperti rematik, psoriatic dan osteoarthritis, namun semuanya fokus pada pengurangan peradangan.
 
Makanan tertentu biasanya memicu pembengkakan yang menyakitkan tulang. Dokter akan merekomendasikan untuk mencoba diet eliminasi untuk menentukan makanan apa yang bisa memicu radang sendi Anda kambuh.
 
Meskipun tidak ada diet yang dapat menyembuhkan radang sendi, namun menghindari makanan yang memicu radang sendi seperti berikut dapat mengurangi munculnya radang sendi Anda.

1. Produk susu
 Produk susu mengandung sejenis protein yang diduga mengiritasi jaringan di sekitar persendian. Orang dewasa tidak membutuhkan banyak susu dalam pola makan mereka. Ganti protein dalam susu dengan makanan seperti quinoa, lentil, mentega kacang, tahu, kacang-kacangan dan bayam.
 
2. Gula tambahan
 Asupan gula harian yang tinggi dapat memicu peradangan yang menyakitkan. Ini karena lonjakan AGEs yang terjadi ketika protein atau lemak dalam tubuh berinteraksi dengan gula. Selain itu, gula yang diproses juga menyebabkan pelepasan sitokin, pembawa pesan radang tubuh.
 
3. MSG
MSG adalah bubuk berbasis garam yang ditambahkan ke banyak bahan makanan, seperti kecap, makanan cepat saji, saus salad, daging asap, dan lainnya. Kandungan natrium tinggi di dalamnya dapat sebabkan retensi air dan pembengkakan.
 
4. Garam
 Terlalu banyak garam dalam makanan Anda berpotensi sebabkan peradangan. Hindari produk kemasan karena biasanya mengandung garam yang sangat tinggi serta pengawet buatan.
 
5. Lemak jenuh
 Makan makanan yang tinggi lemak jenuh memperburuk peradangan sendi terutama di jaringan lemak adiposa yang juga merupakan indikator untuk penyakit jantung. Sumber lemak jenuh yang paling banyak ada di produk susu penuh lemak, daging merah dan makanan yang digoreng serta yang diproses.
 
6. Minyak jagung / omega-6
Asam lemak omega 6 dalam makanan dibut
uhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang sehat. Namun, tubuh tidak memerlukan omega-6 sebanyak omega-3. Omega-6 ditemukan dalam minyak bunga matahari, jagung, sayuran, kedelai, kacang tanah, anggur, mayones, dan saff flower. Terlalu banyak omega-6 memicu bahan kimia inflamasi untuk dilepaskan dalam tubuh.
 
7. Karbohidrat olahan
 Tepung putih ditemukan dalam banyak produk seperti roti, kerupuk, sereal dan kue, yang melalui banyak proses sehingga tidak memiliki nilai gizi seperti yang ada dalam gandum asli. Kabohidrat olahan memecah menjadi gula dalam tubuh yang dapat menyebabkan peradangan internal.
 
8. Makanan yang dimasak di suhu tinggi
 Selain dalam gula tambahan, AGEs juga dapat terjadi ketika makanan dipanaskan pada suhu sangat tinggi. Makanan seperti dipanggang, digoreng atau dipasteurisasi melepaskan sitokin saat dimakan yang memunculkan pesan-pesan peradangan ke seluruh tubuh.  (Medcom/OL-9)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More