Sabtu 15 Juni 2019, 09:10 WIB

Massa Aksi Unjuk Rasa Ingin Lindungi MK

Iam/Mal/P-2 | Politik dan Hukum
Massa Aksi Unjuk Rasa Ingin Lindungi MK

ANTARA /MUHAMMAD ADIMAJA
Petugas kepolisian mengamankan seorang pria saat berlangsungnya aksi unjuk rasa kawal sidang sengketa Pilpres 2019 di kawasan Jalan Medan Me

 

MASSA dari Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan kelompok lain berunjuk rasa, di area Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, kemarin. Kelompok-kelompok yang selama ini dikenal sebagai pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tersebut mengaku aksi mereka bukan untuk kepentingan politik.

Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, unjuk rasa yang mereka gelar hanya untuk melindungi Mahkamah Konstitusi (MK) yang tengah bertugas menangani sengketa pemilu, khususnya Pilpres 2019.

Novel Bamukmin berorasi di atas mobil komando aksi kawal sidang sangketa Pilpres 2019. Ia menjanjikan bahwa aksi PA 212 akan berjalan damai sesuai dengan perintah ulama dan tidak terpengaruh politisasi.

"Kita tunduk dan patuhi ulama, kita bukan membela orang-orang politik. Yang kita bela agama Allah. PA 212 sampai saat ini kosisten pada komando imam besar Habib Rizieq Shihab," ujarnya.

Massa mulai berdatangan pada sekitar pukul 14.00 WIB. Ketua Umum FPI Sobri Lubis mengaku kehadiran mereka di Jalan Merdeka Barat juga tidak atas koordinasi dengan pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Ia pun menjanjikan akan menerima segala keputusan MK yang menyelenggarakan sidang hingga penetapan keputusan paling lambat 28 Juni mendatang.

"Apa pun yang terjadi kami akan terima, kami turun bukan karena dukung 02," cetusnya.

Menurut Sobri, dia ingin MK mene-gakkan hukum secara bersih, jujur, dan tanpa tekanan dari pihak mana pun.Sobri mengaku tidak menginginkan ada kepentingan tertentu yang memenga-ruhi jalannya sidang sengketa hasil pilpres di MK.

Pukul 16.21 WIB, massa unjuk rasa di area Patung Kuda berangsur membubarkan diri. Mereka membubarkan diri lebih awal dari tenggat pukul 18.00 yang diberikan pihak kepolisian.

Dari kompleks Istana Kepresidenan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta kepada semua pihak menjaga suasana tertib selama pelaksanaan sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di MK.

Ia meminta pendukung pasangan 02 agar mengikuti arahan pemimpinnya untuk tidak melakukan aksi-aksi di jalan saat berlangsungnya sidang di MK. Moeldoko merujuk pada seruan Prabowo agar para pendukungnya tidak menggelar aksi massa di sekitar Gedung MK.

"Marilah kita sama-sama jaga situasi dengan baik, masyarakat sudah tenang, sudah merasa nyaman, dimunculkan lagi ada gerakan lapangan. Buat apa itu? Sudah percayakan saja pada MK yang enggak lama ya," jelasnya.

Moeldoko mengimbau semua pihak tidak melakukan provokasi atau tindakan yang melanggar hukum sehingga memancing aparat keamanan bertindak tegas. (Iam/Mal/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More